Mengapa Sistem Ujian Nasional Diubah?

27 April 2015 Artikel Pendidikan


Beda pemimpin, beda kebijakan. Sudah menjadi hal yang lumrah ketika pergantian pemerintah. Salah satunya di sektor pendidikan, yaitu perubahan sistem Ujian Nasioal (UN) pada tahun ini. Nah, pada artikel ini akan diulas mengenai perubahan yang terjadi pada sistem UN 2015.

Apa saja perubahannya?

Jika dulu UN dijadikan standar kelulusan, sekarang tidak ditentukan dari UN, lho! Kelulusan ditentukan sepenuhnya oleh sekolah dengan mempertimbangkan seluruh nilai mata pelajaran, keterampilan, maupun sikap dan perilaku siswa selama di bangku sekolah.

Standar nilai kompetensi untuk lulus adalah 55 atau kurang. Jika nilai tidak mencapai standar, maka bisa mengikuti ujian perbaikan untuk mata pelajaran yang tidak mencukupi nilainya. Jadi, tidak perlu takut bila tidak naik kelas karena UN! Tidak hanya sekali, ujian perbaikan bisa dilakukan beberapa kali.

Kenapa sistem UN diubah?

Tujuan UN seharusnya mendorong siswa untuk belajar. UN bisa mendorong kompentensi guru dan sekolah. UN seharusnya memberi informasi detail dan menyeluruh akan capaian kompetensi dan dapat dipakai sebagai acuan antar provinsi. UN dapat digunakan sebagai pertimbangan seleksi masuk jenjang lebih tinggi.

Namun nyatanya, tujuan tersebut tidak dicapai dengan baik. Siswa malah mementingkan nilai, hingga beberapa siswa menggunakan cara curang untuk mendapat nilai yang bagus. Guru dan sekolah juga tidak jauh beda. Sekolah lebih mementingkan nilai. Jika nilai baik, maka rating sekolah juga baik. Tak jarang guru memberikan bocoran kepada muridnya. Akhirnya, hasil UN pun tak dapat digunakan dengan maksimal sebagai alat seleksi masuk ke jenjang lebih tinggi.

Maka dari itu, tahun ini, pemerintah mengubah sistem UN agar fungsi UN kembali seperti yang seharusnya. Semoga dengan perubahan ini, sistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)