Mengapa Perlu Mendengarkan Anak? Ini Alasannya...

11 April 2019 Artikel Pendidikan


Anak butuh didengarkan. Anak menginginkan perhatian dan sikap menghargai dari orang dewasa ketika ia tengah berbicara. Orang dewasa yang tidak mendengarkan dan menanggapi anak ketika sedang berbicara, maka anak merekam cara orang dewasa ini, dan akibatnya anak menjadi malas berbicara. Padahal penting untuk orang tua mendengarkan anak, mendengarkan memberikan keuntungan bagi orang tua untuk mengetahui tentang perasaan dan emosi anak. Sebab, jika emosi anak diabaikan bisa berdampak buruk pada perkembangan psikologisnya. Anak merasa tersisihkan, kesepian hingga menimbulkan depresi pada anak.

Anak ingin agar diakui keberadaannya oleh orang tua. Seringkali, anak dikeluhkan tidak mau patuh dan mendengarkan. Padahal, ketika diamati, perilaku anak yang tidak suka mendengarkan omongan orang tua didugakarena orang tua yang mencontohkan. Yaitu, jarang mendengar pendapat anak. Membiasakan diri mendengarkan anak, akan memberikan banyak manfaat.

Mengakui perasaan anak
Mendengarkan anak adalah bentuk dari orang tua mengakui perasaan anak. Ketika orang tua cenderung mengabaikan celoteh anak dan tidak mendengarkan, anak akan mencari cara mencuri perhatian orang tua, misal dengan gemar melempar barang. Anak juga akan menunjukkan perilaku yang negatif ke arah tantrum sepanjang hari. Tantrum pada anakdisebabkan karena ada keinginan yang tidak terpenuhi atau anak sulit mengungkapkan keinginan dirinya.

Mengetahui kondisi anak
Cara mudah untuk mengetahui kondisi fisik dan psikologis anak dalam kondisi sehat adalah dengan mendengarkan. Jadilah pendengar yang baik bagi anak. Saat anak bercerita, perhatikan bahasa tubuhnya.

Kedekatan emosional
Bila, orang tua sabar mendengarkan cerita dan membiarkan anak mengungkapkan pendapatannya akan memberikan keuntungan kedekatan emosional yang kuat. Anak merasa aman dan bisa mengandalkan Anda, sebagai orang tua yang memberikan dukungan positif.

Dipercaya anak
Ketika anak mengalami kendala atau masalah dalam keseharian, orang tua akan menjadi tempat pertama bercerita. Ini karena Anda membiasakan untuk memasang telinga dan menyimak cerita anak. Perasaan nyaman dan terlindungi akan dirasakan anak, ketika orang tua mau mendengarkan keluh kesahnya. Agar komunikasi dua arah ini efektif, orang tua juga perlu memperhatikan sikap tubuh ketika mendengarkan anak. Posisi jangan lebih tinggi dari anak, usahakan untuk sejajar agar kontak mata dengan anak tetap terjaga. Berikan respons dengan perubahan mimik wajah. Saran, penting untuk memberikan senyum ketika anak berbagi pengalaman yang menyenangkan atau memeluk saat anak menceritakan kesedihannya.

Dengan selalu melakukan komunikasi yang baik, akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak di masa depan. Caranya? Mulailah untuk mendengarkan anak dengan sabar.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)