Mengapa 22 Maret Diperingati sebagai Hari Air Dunia?

22 Maret 2014 Artikel Pendidikan


Hari Air Sedunia atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water merupakan hari perayaan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat sedunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan Hari Air Sedunia dilaksanakan setiap tanggal 22 Maret.

Mengapa harus ada peringatan hari air? Apa yang menjadi perhatian kita terhadap air? Bukankah Air itu berlimpah di bumi ini? Persoalan apa yang dihadapi kita terhadap air ini?

Sejarah Hari Air Sedunia.

Berdasarkan sejarahnya Hari Air Sedunia dicetuskan kali pertama saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) atau Konferensi Bumi oleh PBB di Rio de Janeiro pada tahun 1992.

Pada Sidang Umum PBB ke-47 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1992, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1993.

Bumi kita memiliki air yang berlimpah, sebagai gambaran jika bumi kita ini seperti bola, maka lebih dari 2/3 bagiannya adalah air, lalu seluruh air yang ada di bumi kita ini hanya 3% yang merupakan air Tawar, sisanya adalah air laut. Bisa di bayangkan bagaimana air yang "sedikit" itu di "perebutkan" oleh 6 Milyar penduduk bumi.

Dengan alasan itulah maka dunia kita memperingati Hari Air setiap tahunnya. Oh ya setiap tahunnya Hari Air Dunia (World Water Day) memiliki thema, berturut-turut yaitu:

1994: "Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business" (Peduli akan Sumberdaya Air adalah Urusan Setiap Orang);

1995: "Water and Woman" (Wanita dan Air);

1996: "Water for Thirsty City" (Air untuk Kota-kota yang Kehausan);

1997: "The World’s Water: is There Enough ?" (Air Dunia: Cukupkah ?);

1998: "Groundwater - the Invisible Resource" (Air Tanah Sumber Daya yang Tak Terlihat);

1999: "Everyone Lives Downstream" (Setiap Orang Tinggal di Bagian Hilir);

2000: "Water for 21st Century (Air untuk Abad 21);

2001: "Water for Health" (Air untuk Kesehatan);

2002: "Water for Development " (Air untuk Pembangunan);

2003: "Water for Future" (Air untuk Masa Depan);

2004: "Water and Disasters" (Air dan Bencana);

2005: "Water for Life" (Air untuk Kehidupan);

2006: "Water and Culture" (Air dan Budaya);

2007: "Coping with Water Scarcity" (Mengatasi Kelangkaan Air)

2008: "International Year of Sanitation" (Tahun Sanitasi)

2009: Shared Waters Shared Opportunities (Air Bersama, Peluang Bersama)

2010: Clean Water for a Healty World (Air Bersih Untuk Dunia Sehat)

2011: Water for Cities, Responding to The Urban Challenge (Air Perkotaan dan Permasalahannya)

2012: Water and Food Security (Ketahanan Air dan Pangan)

2013: "Water Cooperation" atau "Kerjasama Air"

Dan tema tahun 2014 ini, Energy Water adalah AIR DAN ENERGI: Air dan energi memiliki keterkaitan yang erat dan saling ketergantungan. Pembangkit energi dan transmisi membutuhkan pemanfaatan sumber daya air, terutama untuk pembangkit listrik tenaga air, nuklir, dan sumber energi lainnya.

Penemuan energy baru dalam biofuel (bahan bakar hayati) dapat menambah permintaan pendayagunaan sumber daya air. Laporan Pembangunan Air Dunia terbaru (2012) memprediksi akan terjadi peningkatan permintaan biofuel yang berdampak kepada peningkatan pemanfaatan sumber daya air. Misalnya 5 % dari transportasi jalan pada tahun 2030 (data Badan Energi Internasional) bisa mendorong peningkatan kebutuhan air sebanyak 20 % dari air yang digunakan untuk pertanian di seluruh dunia.

Selain itu, produksi biofuel juga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan pencemaran air melalui penggunaan pupuk dan bahan kimia pertanian dalam skala besar. Sebaliknya, sekitar 8 % dari pembangkit energi global digunakan untuk memompa, merawat dan mengangkut air ke berbagai konsumen. Dengan demikian maka produksi air dan energi, seperti halnya untuk pembangkit energi panas bumi, menawarkan kesempatan menarik untuk - dan energi negara-negara langka air.

Air memang berlimpah di dunia ini, tapi hanya sedikit yang bisa kita konsumsi, orang makin bertambah, kebutuhan air juga akan bertambah, juga polusi dan pencemaran akan semakin membuat akses akan air bersih semakin sulit.

Mari kita peringati hari air dengan bertindak bijaksana dalam menggunakan air, sampaikan kepada semua orang, ayah, ibu, teman, saudara, guru kamu, semuanya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)