Artikel Pendidikan
29 April 2010

Mengajarkan Anak Membaca pada Usia Dini

Seorang anak dengan usia 3 tahun sedang membaca dengan lantang, sebuah cerita dari majalah anak-anak, tanpa salah sedikitpun. Dan seorang anak lagi duduk terpana melihat kawannya yang sedang membaca majalah anak-anak tersebut.
Apakah yang sedang terjadi? Apakah suatu pemaksaan jika seorang anak dapat membaca sebelum usia sekolah dasar? Adalah salah, jika orangtua ataupun guru melarang anak untuk belajar membaca pada usia dini.

Membaca merupakan fungsi tertinggi otak manusia dari semua makhluk hidup di dunia ini, cuma manusia yang dapat membaca. Membaca merupakan fungsi yang paling penting dalam hidup dan dapat dikatakan, semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Anak-anak dapat membaca sebuah kata ketika usia mereka satu tahun, sebuah kalimat ketika berusia dua tahun, dan sebuah buku ketika berusia tiga tahun. Dari hasil penelitian didapatkan data, ternyata anak yang mengalami cedera otak pun dapat membaca dengan baik pada usia tiga tahun atau lebih muda lagi, bahkan justru dapat dicurigai, ada sesuatu yang salah yang sedang terjadi pada anak-anak yang sehat, jika di usia tiga tahun belum bisa membaca.

Orangtua dan guru tidak perlu merasa takut untuk mengajari anak membaca sekalipun usia mereka masih satu tahun. Yang perlu diingat adalah bagaimana melakukannya (how to do it). Sebelum melakukan proses ini, hendaknya orangtua dan guru memahami faktor-faktor dan hal-hal yang terkait dalam mengajarkan anak membaca.

Dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak adalah: 1). Sikap dan pendekatan orang tua ataupun guru. 2). Waktu belajar (permainan) jangan terlalu lama dan hentikan permainan sebelum anak menginginkan untuk berhenti.

Hal terpenting yang harus dibentuk adalah, bahwa diantara orang tua ataupun guru dan anak harus ada pendekatan yang menyenangkan. Usia1- 3 tahun adalah masa dimana anak sangat menikmati dunia bermain.Dan berdasarkan pola tingkah laku anak, orangtua dan guru dapat membuat suasana belajar membaca menjadi salah satu permainan yang bagus sekali. Buatlah konsep belajar menjadi sebagai berikut:

Belajar itu adalah sebuah hadiah, bukan sebuah hukuman. Belajar itu adalah permainan yang paling menggairahkan, bukan bekerja. Belajar itu bersenang-senang, bukan bersusah payah. Belajar itu suatu kehormatan, bukan kehinaan.

Bahan-bahan ajar atau media yang harus disiapkan adalah: a). bahan-bahan atau kertas yang dibuat dari kertas putih yang agak kaku (karton poster). b). kata-kata yang dipakai ditulis dengan spidol besar. c). tulisannya harus rapi dan jelas, model hurufnya sederhana dan konsisten. Tahapan dalam mengajar adalah sebagai berikut:

Mulailah mengajari anak membaca dengan menggunakan hanya lima belas kata saja. Jika anak sudah mempelajari 15 kata ini, dia sudah siap untuk melangkah ke perbendaharaan kata-kata lain. Buatlah 15 kata yang ditulis pada karton dengan ukuran 12,5 cm x 10 cm perhurufnya, dan setiap huruf berjarak kira-kira 1,25cm, tulislah huruf dengan tinta berwarna agar menarik, dan gunakanlah huruf kecil (bukan huruf capital). Ke-15 kata-kata tersebut haruslah kata-kata yang paling dekat dan paling dikenal oleh anak, misalnya nama-nama anggota keluarga, binatang peliharaan, atau makanan kesukaan. Carilah tempat yang menyenangkan dan nyaman dari bagian rumah, jangan paksakan anak untuk mengingat alpabet tapi tunjukkan pada anak bahwa kata pada karton berbunyi dan bermakna sesuatu, jangan memaksa anak mengulang apa yang diucapkan orangtua atau guru.

Jangan menjelaskan hal-hal lain karena anak akan merasa bosan, dan setelah anak mendengar kata yang kelima terlebih lagi jika anak mampu mengucapkannya, berilah pelukan dan cium yang hangat pada anak. Kegiatan permainan ini dapat dilakukan berulang-ulang tapi jangan terlalu dekat jarak pemberian kegiatan ini. Pada tahapan ini, anak telah mempelajari perbedaan bentuk tulisan yang satu dengan yang lain. Anak telah mempelajari bentuk abstrak, dan tinggal satu bentuk abstrak besar lagi yang harus dikuasainya, yaitu huruf-huruf dalam abjad.()

Oleh: Dra Hevy Anna Lubis (Kepala SD Namira Medan)

Sumber: Hariansumutpos.Com

Artikel Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris