Mengajak Anak-Anak Kembali Menulis

3 November 2015 Artikel Pendidikan   |    Okty Budiati


Di jaman digital ini, tentu ketertarikan anak-anak cenderung pada segala sesuatu yang mudah, santai, dan menghibur. Media alternatif mereka dalam melepaskan kejenuhannya sudah tentu teralihkan ke media internet.

Fenomena ini tentu menjadi penegas bagi dunia anak-anak untuk semakin berjarak dengan buku bacaan. Selain pasar ekonomi yang membuat penawaran harga menjadi satu titik persaingan dalam pemasaran, mahalnya harga buku terkadang menjadi kendala bagi anak-anak yang terlahir dan besar di lingkungan menengah dan menengah ke bawah.

Dalam menyikapi krisis minat membaca dalam dunia anak-anak masa kini yang tentu berdampak negatif pada perkembangan pendidikan sekaligus psikologi anak-anak, seorang budayawan asal Bandung, Bapak Yusef Muldiyana, yang sering dipanggil dengan istilah ‘Kang Yusef’ mencoba memberikan ruang alternatif bagi publik untuk kembali mengajak anak-anak, pengajar, serta umum melalui satu metode teknik tulis menulis dengan membuat wadah Grup DOMBA [Dongeng Mini Banget] di Facebook.

Alternatif ini dibuat sebagai salah satu bentuk ajakan bagi siapa pun yang berniat melatih tulis menulis yang tentu memberikan dampak bagi mereka untuk kembali membuka buku dan memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia untuk terus dibedah dan pelajari. Secara prakteknya, latihan ini memberi dampak positif bagi pendidikan sastra hingga psikologi, dan tentunya menyenangkan. Facebook sendiri telah menjadi keseharian bagi segala usia.

DOMBA [Dongeng Mini Banget] memiliki 10 teknik dalam membuat tulisan dengan berbagai macam istilah yang unik untuk kekinian. Melalui jumlah kata yang tidak terlalu banyak untuk setiap tekniknya, metode ini menjadi lebih efisien dalam mengajak anak-anak, pengajar, para pecinta sastra dan masyarakat umum untuk kembali berlatih menulis.

Salah satu bentuk teknik yang paling mudah adalah jenis DOMBSA yang berarti Dongeng Biasa; bentuk tulisan yang tidak lebih dari 20 kata di luar judul dan hastag, memakai judul 2 kata yang di ambil dari cerita dengan jarak yang berjauhan (tidak berdampingan). Judul ditulis dengan huruf kapital. Contoh penulisannya:

#DOMBSA

POLISI TIDUR


Seorang polisi terlihat sedang berusaha membangunkan orang yang sedang tidur di tengah jalan raya.

#DOMBA_PD (Pengurus Domba / inisial penulis)

Semoga dengan adanya media alternatif ini, pendidikan sastra Bahasa Indonesia yang terkesan rumit dan membosankan akan dirasa menjadi suatu pola pendidikan yang lebih bebas dan menyenangkan dalam mengajak anak-anak kembali menulis. Selain membari dampak terapis bagi psikologi anak-anak untuk lebih mengembangkan imajinasi dan kretivitas mereka ke dalam karya sastra. Silahkan kunjungi grup ini di Facebook dan mulailah berkarya bersama-sama. Selamat berlatih!

(Tulisan dari Okty Budiati bisa dilihat disini)