Artikel Pendidikan
2 September 2009

Menerapkan Kurikulum Nasional dan Internasional

Sekolah-sekolah Islam ini memiliki kurikulum yang membedakannya dengan sekolah konvensional lain.Terlebih lagi dengan penekanan pada ilmu agama.

Lihat saja Lazuardi GIS Junior High. Tambahan Global Islamic School (GIS) yang melekat pada sekolah ini,menjadi ciri khas yang membedakannya dengan sekolah pada umumnya. Kata Global mempunyai makna, sekolah ini berwawasan global aplikasinya dengan penggunaan kurikulum Cambridge dan program bilingual.

Sedangkan kata Islamic bermakna penekanan terhadap pengetahuan islami yang lebih kental dibandingkan sekolah lain. Adapun kata Lazuardi sendiri merupakan sebuah konsep active learning yaitu pembelajaran berlangsung satu arah dan menerapkan pendekatan khusus kepada setiap siswa.

Penerapan kurikulum Cambridge ini menyediakan tes bagi siswa untuk memonitor perkembangan siswa dalam pengetahuan dan keahlian di bidang bahasa Inggris, Matematika, dan Sains. Program ini pun berguna untuk mempersiapkan siswa guna melanjutkan ke formal kualifikasi IGCSE atau O Level.

Di samping kurikulum Cambridge, kurikulum sekolah ini juga mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diperkaya dengan metode-metode mutakhir dalam bidang pendidikan. Proses pembelajaran di Lazuardi juga disesuaikan dengan konsep multiple intelligences.

Pembelajaran ini memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai dengan karakter dan kecerdasan masing-masing, dengan jalan memberikan pengalaman belajar yang bervariasi, kata Susiyanti selaku kepala sekolah Lazuardi GIS. Sejalan dengan prinsip ini,konsep active learning pun akan secara maksimal diberikan.

Antara lain dalam bentuk penugasan berbagai projects. Konsep ini diberikan agar siswa terbiasa berpikir kreatif dan inspiratif. Sekaligus menjadikan pembelajaran menyenangkan dan sesuai minat siswa. Adapun Sekolah Islam Tugasku mengaplikasikan kurikulum nasional dengan tak lupa memberikan pendalaman untuk setiap subjek pelajaran.

Pendekatan belajar diterapkan dengan sistem demokratis dan learning by doing. Kami juga memberikan pembelajaran budi pekerti dalam bentuk pengembangan life skill, melalui berbagai kegiatan sosial,papar Sri Sudaryantini, kepala Sekolah Islam Tugasku. Penerapan life skill tersebut, tukas Sri, di antaranya seperti pekan buku, pekan lingkungan maupun budaya pada setiap pertengahan semester.

Lain lagi dengan Madina Islamic School.Selain menerapkan kurikulum KTSP dan Cambridge.Sekolah ini pun bekerja sama dengan Al-Azhar Kairo untuk program penghafalan Alquran. Setiap tahunnya sekolah ini menyelenggarakan kegiatan pertukaran pelajaran, mengunjungi Australia.

Kebetulan banyak siswa kami yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Karena itu kami mengajak siswa ikut program ini agar mereka dapat mengenal lebih jauh budaya di luar negeri, kata Dian Ariadita F, selaku kepala sekolah SMP Madina Islamic School. (sri noviarni)

Sumber: Seputar-Indonesia.Com

Artikel Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris