Mencegah Sifat Pendendam pada Anak

16 November 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Di jam istirahat, saya pernah mendengar anak didik saya berkata pada salah salah seorang temannya, "Awas kamu ya, kalau kamu tidak meminjamkan mainan itu. Aku tidak akan mau main sama kamu lagi!" Saya sangat prihatin mendengarnya. Anak-anak yang masih memiliki jiwa yang polos, ternyata memiliki sifat pendendam. Rasa dendam anak terungkap dengan cara mengancam temannya sendiri..

Anak-anak sering melakukan hal-hal yang kurang terpuji. Orang tua kadang juga kehabiasan akal dalam menasihati anak. Terkadang orang tua mengeluarkan nasihat dengan nada ancaman. Berikut ini adalah beberapa contoh kata-kata ancaman yang sering keluar dari mulut orang tua saat menasihati anak.

"Kalau kamu tidak belajar sekarang, Mama akan matikan TV-nya"

"Ayo bereskan mainannya sekarang, kalau tidak Papa akan buang mainanmu"

"Kalau kamu sampai mendapat nilai 50 lagi, Papa tidak akan mengijinkan kamu main game lagi."

Bagaimana pun orang tua selalu menginginkan buah hatinya menjadi anak yang baik dan semakin baik lagi. Walaupun cara yang digunakan kurang tepat. Salah satunya dengan ancama seperti contoh di atas. Bila Anda terlalu sering mengancam, akan membawa efek negatif bagi sang anak. Selain anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang penakut, ia juga bisa tumbuh menjadi pribadi yang suka mengancam. Ia menjadi gemar mengancam karena belajar dari orang tuanya sendiri.

Akan lebih baik bila orang tua menjalin komunikasi yang lebih erat dengan anak. Rajin-rajinlah berdiskusi dengan anak, misalnya berbicara tentang perilaku-perilaku negatif anak yang sering dilakukan dan perlu diperbaiki. Kesepakatan tentang konsekuensi yang akan diterima anak bila melakukan hal-hal yang negatif pun bisa dibuat saat itu. Misalnya, bila anak mendapat nilai 50 pada mata pelajaran tertentu, maka ia harus lebih tekun belajar dan libur bermain video game dalam jangka waktu tertentu.

Mencegah keluarnya kata-kata emosional dan bersifat ancaman

Kesepakatan yang dibuat bersama anak bisa didaftar dalam bentuk aturan. Aturan yang dibuat dengan melibatkan anak tidak akan membuat anak merasa tertekan. Jangan lupa memberikan reward juga bila anak bisa mematuhi aturan dengan baik, misalnya dengan menambah uang jajan atau mengajak anak liburan ke suatu tempat yang spesial. Demikian tips dari saya, Kak Zepe. Kalau ada tanggapan berupa pertanyaan ataupun pendapat, silakan berkomentar ya... . Terima kasih

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)