Menangani Anak yang Ber-"Extra Energy"

25 Agustus 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Anak-anak biasanya memiliki kelebihan tenaga. Itulah mengapa bila kita perhatikan, anak-anak akan cenderung aktif kapanpun dan di manapun. Walaupun bergerak kian kemari, namun mereka terlihat tidak mengenal lelah. Itu merupakan sesuatu yang normal bagi anak-anak. Karena dengan energi yang berlebih itulah mereka menjadi selalu terlihat antusias dalam belajar segala sesuatu. Masalah menjadi tampak dikala anak-anak kurang bisa mengontrol diri mereka. Misalnya anak-anak menjadi suka menyakiti teman mapun kurang fokus memperhatikan saat pelajaran. Sebagai pendidik, kita perlu tau akan hal ini sehingga bisa memberikan penanganan yang tepat.

1. Sebelum Pelajaran, Biarkan Mereka Bermain

Memberikan mainan kepada anak-anak bisa membantu anak dalam menyalurkan energi mereka. Dengan mainan-mainan yang bisa memacu mereka untuk bergerak, maka saat pelajaran yang membutuhkan suasana serius, anak-anak menjadi lebih mudah untuk fokus.

2. Membangun Komunikasi dengan Orang Tua

Terkadang anak-anak yang aktif di sekolah belum tentu terlihat aktif di rumah. Maka seorang guru hendaknya menjadi komunikasi dengan orang tua. Bila guru menemukan indikasi perbedaan kebiasaan atau sifat antara di sekolah dan di rumah, seorang guru perlu berdiskusi dengan orang tua agar secara bersama menemukan akar pemasalahannya. Terkadang anak-anak yang susah mengontrol diri mereka di sekolah disebabkan karena di rumah mereka terlalu banyak larangan, orang tua terlalu sibuk, orang tua terlalu keras, atau masalah-masalah yang lain.

3. Membangun Kedekatan dengan Siswa

Kedekatan antara guru dan siswa perlu dibangun sejak pertama kali guru mengajar anak didiknya. Pada awal pertemuan, kita tidak perlu memberikan materi pelajaran yang terlalu serius. Kita bisa mengajak mereka bermain, bernyanyi bersama, atau melakukan aktivitas mendengarkan cerita guru. Dengan adanya kedekatan hati antara siswa dan guru, maka seorang siswa akan cenderung lebih mampu mendengarkan apa pun nasihat dan pelajaran yang diberikan gurunya.

4. Berikan Kesempatan untuk Tampil

Biasanya anak-anak yang aktif akan sangat bahagia bila mereka bisa tampil di depan teman-temannya. Hal ini tentu bisa memacu kepercayaan dirinya, selain itu dengan mengajak mereka tampil, mereka bisa menyalurkan energinya secara positif. Kita bisa meminta mereka memimpin doa, bernyanyi di depan kelas, bahkan membersihkan papan tulis pun adalah hal yang menyenangkan bagi mereka.

5. Ajak Mereka Berkomunikasi dari Hati ke Hati dan Bertatapn Mata

Anak-anak yang aktif biasanya memiliki kebiasaan susah bertatapan muka dengan lawan bicaranya. Hal ini terjadi karena mereka mengalami kesulitan untuk bisa fokus dalam satu hal. Padahal setiap orang juga perlu fokus dalam situasi tertentu. Bila kita memberikan nasihat, akan lebih baik bila kita mengajaknya keluar kelas dan pilih tempat dengan suasana tenang, lalu berikan nasihat dari hati ke hati. Bila ia mulai tidak fokus mendengarkan, kita bisa mengingatkan dia untuk menatap mata kita.

6. Variasi Aktivitas Pembelajaran di Sekolah

Anak yang aktif biasanya cenderung cepat bosan dengan suasana pembelajaran yang monoton, misalnya hanya diam dan mencatat atau mendengarkan. Seorang guru harus kreatif dalam menciptakan aktivitas yang bisa membuat anak didiknya bersemangat, misalnya dengan permainan edukatif maupun integrasi pelajaran antara kreatifitas seni dengan tema pendidikan di sekolah.

7. Berikan Sugesti Positif sebagai Usaha Preventif

Anak-anak yang aktif biasanya suka ngobrol di kelas, bercanda saat pelajaran, atau tidak sengaja menyakiti teman saat bermain. Sugesti posiitif bisa kita berikan dengan cara memberikan nasihat yang berisi sebab akibat. Misanya mengajak mereka berdiskusi tentang apa akibatnya bila kita terlalu banyak bicara di kelas apalagi dengan suara keras. Dengan memberikan diskusi semacam ini, secara tidak langsung kita sudah memberikan nasihat tanpa anak merasa dihakimi. Sugesti posiftif juga bisa kita berikan dengan media dongeng, lagu, film, dengan tema persahabatan dan pendidikan karakter.

Nah... bila dengan penanganan-penanganan di atas kita masih kurang berhasil. Kita perlu berkonsultasi dengan psikolog. Supaya kita bisa mengetahui tingkat keaktifan mereka. Bisa saja anak didik kita adalah anak yang tergolong hiperaktif. Anak-anak yang tergolong hiperaktif tentu akan membutuhkan penanganan yang berbeda dan khusus.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)