Menanamkan Jiwa Kompetitif Siswa

13 Januari 2017 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Apakah Anda ingin agar anak didik Anda memilki semangat untuk bersaing yang tinggi? Bagaimana cara menanamkan dalam hati siswa agar mereka terbiasa dalam berkompetisi secara sehat? Jiwa Kompetitif adalah suatu semangat untuk mencapai tujuan dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok lain. Semangat dalam berkompetisi memacu anak didik untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam menghadapi situasi di sekitarnya. Daya saing ini akan muncul dalam semangat juang untuk menunjukkan talenta dan kemampuan yang dimiliki, sehingga anak akan mencapai prestasi yang terbaik.

Sebagai pendidik, kita tentu menginginkan anak-anak didik kita memiliki semangat yang tinggi dalam belajar. Jiwa kompetitif ini sangat penting dimiliki oleh para siswa. Ada beberapa penyebab siswa kurang bersemangat dalam mengekplorasi dirinya semaksimal mungkin. Beberapa faktor penghambatnya adalah perasaan malu, enggan bersaing, perasaan rendah diri, dan ketakutan bila berbuat suatu hal yang salah.

1. Mengatasi rasa malu

Ada banyak hal yang menyebabkan tumbuhnya rasa malu di dalam hati siswa. Faktor budaya bisa menjadi salah satu penyebabnya. Faktor budaya sangat mempengaruhi pola didik orang tua, sehingga akan membentuk karakter anak.Rasa malu juga bisa disebabkan karena perasaan rendah atau hina bila berbuat sesuatu yang tidak baik. Rasa malu menyebabkan rasa percaya diri siswa menjadi rendah. Ia sering merasa kurang nyaman dalam melakukan banyak hal terutama sesuatu yang berhubungan dengan "dilihat banyak orang". Agar anak bisa terbebas dari rasa malu yang berlebihan, pendidik perlu memebrikan kesempatan kepada siswa agar lebih banyak berinteraksi dengan semua teman. Ketiadaan jalinan keakraban yang baik, bisa menyebabkan rasa malu ini timbul, terutama bila ia harus tampil di tempat umum dimana banyak orang tidak mengenalnya. Mengadakan embelajaran secara berkelompok atau melakukan permainan secara bersama bisa menumbuhkan jalinan keakraban pada anak-anak didik.

2. Menumbuhkan jiwa bersaing

Manusia terbentuk dari satu sel sperma diantara berjuta sel sperma yang berjuang menuju sel telur. Ya, hanya satu saja yang terpilih agar manusia bisa terbentuk. Hal ini menandakan bahwa manusia memiliki kodrat untuk berkompetisi sau sama lain. Keadaan ini berlanjut hingga anak manusia dilahirkan. Pembelajaran yang kompetitif perlu diadakan pendidik agar anak-anak didik memiliki jiwa kompetitif, misalnya dengan cara mengadakan perlombaan dalam kegiatan pembelajaran, mengadakan quiz (tebak pertanyaan secara lisan), memberikan reward bagi siswa yang paling aktif menjawab pertanyaan, dan masih banyak lagi cara lainnya.

3. Menumbuhkan keberanian

Anak-anak yang memiliki jiwa kompetitif pasti memiliki sifat ini. Keberanian atau kepercayaan diri bisa ditumbuhkan dengan cara meminta siswa mengerjakan tugas secara mandiri / individu, melakukan presentasi, melakukan eksperimen secara mandiri, dan memberikan kesempatan kepada siswa menjadi suatu pemimpin dalam kelompok.

4. Menumbuhkan semangat juang

Agar anak memiliki semangat yang tinggi dalam mencapai sesuatu yang menjadi cita-cita mereka, guru perlu memberikan reward kepada siswa yang berprestasi. Reward adalah bentuk apresiasi atau penghargaan terhadap suatu prestasi yang telah dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam aktivitas tertentu. Pemberian penghargaan ini baik dilakukan karena dapat mendorong dan memberi motivasi kepada siswa untuk lebih berprestasi.

Sebagai pendidik kita perlu kreatif untuk merancang suatu pembelajaran yang kompetitif. Pembelajaran kompetitif mampu memotivasi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki. Jiwa kompetitif ini perlu ditumbuhkan sejak dini, agar anak-anak siap menghadapi persaingan yang begitu ketat di zaman sekarang, serta melatih anak didik agar semakin mampu bersikap bijak dalam menyikapi kekalahan dan juga kemenangan. Sehingga saat anak mengalami kekalahan atau kegagalan, ia justru akan semakin terpacu untuk menjadi lebih baik, dan saat anak mengalami kemenangan, ia tidak takabur, namun justru menjadi faktor penyemangat untuk mencapai prestasi yang lebih baik lagi.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)