Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2014



Seorang pahlawan tidak selalu identik dengan mengangkat senjata dan berperang. Seseorang dapat dikatakan menjadi pahlawan karena ia telah berjasa membawa bangsanya menuju kemajuan baik itu dibidang sosial, budaya, teknologi, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Mengapa? Karena pada tanggal 2 Mei dipilih untuk mengenang jasa salah satu pahlawan yang telah berperan sebagai pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Pahlawan pendidikan itu adalah Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 dan diberi nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat yang berasal dari keluarga di lingkungan kraton Yogyakarta. Tanggal 2 Mei dipilih berdasarkan hari kelahiran beliau.

Ki Hajar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) namun karena sakit ia tidak sampai tamat. Ia kemudian menjadi wartawan di beberapa surat kabar diantaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Tulisan-tulisan Ki Hajar Dewantara pada surat kabar tersebut sangat komunikatif dan tajam sehingga mampu membangkitkan semangat patriotik dan antikolonial bagi rakyat Indonesia saat itu.

Perkembangan Hari Pendidikan Di Indonesia Saat Ini

Tepat hari ini, kita memperingati 54 tahun Hari Pendidikan Nasional. Melihat perkembangannya, kebanyakan dari kita mungkin sering mengganggap rendah pendidikan di Indonesia. Beberapa hal seperti kurang meratanya pemerolehan pendidikan di daerah-daerah terpencil semakin membuat kita memandang sebelah mata perkembangan pendidikan di Indonesia.

Akhir-akhir ini pula misalnya dapat lihat saat pelaksanaan Ujian Nasional SMA dan setingkatnya. Pemerintah gagal melaksanakan UN secara serentak. Peristiwa tersebut mungkin bisa menjadi salah satu bukti buramnya potret pendidikan Indonesia. Belum lagi, di setiap tahunnya ditemukan kecurangan dalam pelaksanaan UN yang dilakukan baik oleh siswa maupun oleh pihak sekolah dan penyelenggara UN.

Di sisi lain, Indonesia tentu memiliki prestasi dalam pendidikan yang dapat membanggakan bangsa. Baru saja, tim Indonesia mengukir prestasi di Kejuaraan Robot Internasional Trinity College Robot Contest di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Prestasi ini telah memberikan warna tersendiri pada dunia pendidikan Indonesia yang dianggap buram oleh kebanyakan orang.

Pada akhirnya, dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional yang ke 54 tahun ini, kita memang harus terus berusaha melakukan yang terbaik bagi pendidikan di Indonesia. Hal sekecil apapun seperti stop menyontek atau gerakan gemar membaca pasti akan berguna bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Kalau bukan kita, siapa lagi? Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)