Memotivasi Belajar Anak

12 Desember 2013 Artikel Pendidikan


Pada masa pertumbuhan, membangun motivasi belajar sejak dini perlu ditanamkan melalui hal kecil, meskipun terlihat sepele namun memiliki cukup andil dalam menentukan kreatifitas siswa. Terutama membangun daya pikir secara logis, membiasakan pada berpikir secara analogi atau membandingkan diantara beberapa hal sampai kepada memecahkan soal yang sulit untuk dicari hasil akhirnya. Selain itu motivasi belajar merupakan bekal utama siswa untuk menempuh setiap jalan pendidikan sampai jenjang lebih tinggi. Nantinya akan mampu memberikan nilai serta keahlian pada satu bidang tertentu. Pemberian motivasi pun demi membuat siswa semangat menuntut ilmu sangat beragam bentuknya, yaitu:

1. Suasana atau Kondisi Belajar Yang Baik
Anak mendapatkan ruangan yang tenang dan rapi saat belajar. Usahakan agar tidak ada permainan atau ipod di meja belajar karena bisa mengalihkan konsentrasi belajarnya.Pilihlah penerangan atau lampu yang memiliki nyala terang. Berikan insentif bagi anak juga baik untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Hal ini tidak berarti kita harus memberikan insentif yang berharga mahal karena pada akhirnya tips terbaik dalam pembelajaran anak adalah dengan sikap positif dan pendampingan. Hadiah yang bisa kita berikan antara lain kebebasan lebih untuk bermain, mainan kesukaan atau melakukan kegiatan yang disukainya bersama-sama. Cara terakhir yang paling ampuh untuk meningkatkan kemampuan belajar anak adalah dengan selalu melibatkan diri dengan meluangkan waktu menemani anak belajar. Tanyakan tugas apa yang didapat dari sekolah, cari tahu apa yang paling sulit dan lihat bagaimana cara anak untuk menyelesaikannya.Kita tidak bisa hanya sekedar menyuruh anak belajar tanpa memberikan pendampingan.Habiskan waktu yang berkualitas dengan mengajari anak pastinya akan menghasilkan efek posistif dan meningkatkan kemampuan belajar anak.

2.Hadiah
Seperti sifat anak dimana telah kita ketahui bersama, memiliki kepolosan serta tidak dibuat - buat. Tanpa sedikitpun adanya rasa ingin berbohong kepada orang lain disekitarnya. Dengan berbekal itulah, maka sejumlah orang tua maupun para pendidik memberikan berbagai penawaran menarik berupa hadiah, bingkisan serta hal lainnya yang sifatnya menyenangkan dan bisa menumbuhkan rasa kecintaan siswa terhadap kegiatan proses belajar mengajar. Bisa dalam bentuk hadiah mainan edukasi, menambah uang saku misalnya sampai kepada studi tour bagi sang guru dimana murid secara keseluruhan akan serentak mengadakan jalan - jalan ke suatu tempat. Biasanya dilakukan pada liburan sekolah untuk mengurangi waktu siswa bermain dan memberikan pengetahuan sekaligus menambah pengalamannya pada dunia pendidikan diluar sekolah. Tujuannya mulai dari kunjungan museum bersejarah di Ibukota, mengadakan studi penelitian biologis pada taman rekreasi serta kegiatan lainnya yang mampu menumbuhkan motivasi siswa untuk selalu belajar dimanapun mereka berada.

3. Hiburan
Pada masa kanak - kanak biasanya menyukai dunia hiburan apalagi pergi bersama keluarga tercinta, membuatnya terjaga, aman terlindungi dan mampu menyerap segala keinginannya. Bawalah ke suatu tempat wisata terbaik menurut keluarga serta anak agar bisa melepas semua beban setelah mereka menempuh beberapa ujian di waktu sebelumnya. Berikan kebebasan sesaat melepas lelah sebagai wujud atas keberhasilannya mendapat juara kelas ataupun rangking tertentu di sekolah. Kegiatan ini sangat efektif dalam menanamkan kesadaran anak membangun dirinya melakukan proses belajar mengajar kembali nantinya, tidak mengajarkannya untuk bermalas-malasan tetapi jadikan aktifitas lingkungan adalah solusinya.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)