Memberi Hadiah Jika Anak Berpuasa, Kenapa Tidak?



Kebiasaan anak kecil adalah sering meniru dan mengikuti admosfer disekitar lingkungan yang mereka lihat. Melihat teman-teman di sekolahnya mulai berpuasa, tentu si kecil juga ingin ikut berpuasa. Namun, banyak orangtua merasa khawatir dan tak tega melihat si kecil terlihat lemas lantaran menahan haus dan lapar. Padahal, berpuasa bisa memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Memang sangat membanggakan ketika mengetahui si kecil mampu berpuasa sesuai waktu yang dijanjikannya.

Apalagi jika kemudian ia mampu berpuasa secara penuh. Keinginan untuk memberikan hadiah atas pencapaiannya tersebut pasti muncul. Sah-sah saja jika Anda ingin memberikan hadiah saat anak berpuasa. Menurut Irma Gustiana A, M.Psi, psikolog anak dan keluarga dari LPTUI, secara umum hadiah dinilai punya pengaruh positif bagi anak, karena dapat menumbuhkan motivasi untuk mencapai prestasi.Hadiah akan membuat anak merasa dihargai. "Tapi, ada yang perlu diperhatikan ketika kita memberikan hadiah pada anak.

Hadiah semestinya diberikan jika anak berhasil melakukan sesuatu, sesuai dengan pencapaian berdasarkan kemampuan dan keadaan anak," katanya. Pencapaian anak dalam berpuasa itu dibuat berdasarkan kesepakatan yang tidak menekan, agar anak tetap nyaman dan tak menganggap puasa sebagai sesuatu yang menakutkan. Biasanya, anak-anak akan rajin berpuasa pada awal-awal bulan Ramadhan. "Nah, agar anak tetap termotivasi berpuasa, orangtua harus konsisten dalam memberikan dorongan dan semangat pada anak-anak," sarannya. Sebaiknya kurangi aktivitas yang menguras energi di siang hari agar anak tidak lekas lelah dan waktu puasa tak terlalu terasa.

Yang perlu ditekankan pada saat mengajari anak puasa, orangtua tidak boleh memaksakan tapi lakukan dengan menyenangkan dan beri tahu makna puasa, sehingga si kecil tahu kenapa harus puasa yaitu karena Allah S.W.T. Selamat berpuasa !

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)