Melatih Kemandirian Anak Sejak Dini

14 November 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Anak-anak usia dini perlu belajar tentang kemandirian. Orang tua perlu memahami cara melatih kemandirian anak. Banyak orang tua merasa telah membayar pembantu rumah tangga untuk melayani anak, namun terkadang apa yang dilakukan PRT kurang pas, sehingga bisa menyebabkan anak kurang mandiri. Misalnya, mengambilkan minum saja harus dilakukan oleh pembantu. Padahal dengan melakukan segala sesuatu secara mandiri, akan membuat anank terlatih untuk bisa hidup mandiri.

Biarkan anak membuat kesalahan

Saya, Kak Zepe, berpendapat bahwa kadang orang tua terlalu khawatir. Kekhawatiran ini membuat orang tua terlalu protektif kepada anak, sehingga membuat anak kurang bisa belajar dari kesalahan. Misalnya, pada saat anak sedang makan. Orang tua berpikir kalau anak harus bisa makan dengan sopan dan selesai dalam keadaan bersih, tanpa ada nasi berserakan. Sehingga saat anak makan sendiri dengan nasi berceceran, orang tua langsung bereaksi. Maksud orang tua sebenarnya baik. Ia tidak ingin anaknya kelak makan dengan sopan dan selesai makan lantai atau meja dalam keadaan bersih. Sikap seperti ini sebenarnya kurang tepat, karena orang tua tidak mengijinkan anaknya belajar dari kesalahan. Padahal anak-anak juga perlu belajar dari kesalahan. Dari kesalahan itulah nantinya orang tua bisa membimbing anaknya untuk bisa menjadi priadi yang lebih bik, terutama dalam hal kemandirian.

Bertanggung jawab

Kemandirian juga erat hubungannya dengan rasa tanggung jawab. Dengan belajar melakukan sesuatu secara mandiri, anak akan belajar tentang tanggung jawab. Misalnya, setelah anak selesai memainkan puzzle. Dan puzzle masih dalam keadaan berserakan. Walupun setelah bermain puzzle anak-anak harus makan, orang tua perlu menginstruksikan kepada anaknya untuk membereskan puzzle terlebih dahulu secara mandiri. Dengan cara ini, anak-anak secara tidak langsung juga belajar tentang tanggung jawab.

Pentingnya motivasi dan pujian

Terkadang anak-anak merasa ogah-ogahan saat belajar tentang kemandirian. Orang tua perlu memberikan motivasi kepada anak. Orang tua perlu memberikan penjelasan mengenai pentingnya kemandirian. Kita bisa memotivasi anak dengan lagu-lagu, dongeng, atau mengajak anak menyaksikan film yang menggambarkan tentang pentingnya hidup mandiri. Jelaskan kepada anak bahwa kemandirian adalah salah satu kunci sukses untuk menggapai cita-cita. Karena kemandirian sangat berhubungan dengan sikap tidak mudah bergantung pada orang lain, maka jelaskan akan pentingnya bisa makan, minum, mandi, sikat gigi, secara mandiri. Meskipun pada prosesnya anak perlu pendampingan. Jangan lupa pula untuk memberikan pujian pada setiap perkembangan anak. Misalnya anak sudah mampu menggunakan sendok secara benar, anak mampu minum tanpa tumpah ke baju, dan lainnya. Pujian akan membuat anak memahami bahwa segala usahanya membuahkan hasil, sehingga anak akan tetap semangat untuk belajar mandiri.

Pentingnya kasih sayang dari orang tua

Anak-anak usia dini, antara usia nol hingga tujuh tahun, merupakan usia dimana otak anak berkembang sangat pesat. Hal ini juga mempengaruhi perkembangan kecerdasan-kecerdasan pada diri anak, misalnya kecerdasan bahasa, kecerdasan emosi, kecerdasan bersosialisasi, dan kecerdasan intelektual. Oleh karennya, perhatian orang tua yang dilandasi oleh rasa kasih sayang sangat penting. Orang tua perlu mendampingi buah hatinya, sehingga anaknya bisa bertumbuh dengan baik, baik secara fisik maupun kepribadian. Agar anak-anak bisa tumbuh secara maksimal, anak-anak membutuhkan rasa nyaman dan suasana yang ceria. Dukungan orang tua sangat dibutuhkan dalam hal ini. Orang tua perlu berusaha agar buah hatinya bisa merasakan kebahagiaan dan kenyamanan saat berada di dalam rumah. Kebahagiaan dan kenyamanan ini akan mendukung perkembangan semua kecerdasan anak, sehingga semakin memampukan anak untuk bisa mandiri dalam banyak hal.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)