Mau Tahu Bakat Anak Sejak Dini? Inilah Tipsnya

10 Agustus 2019 Artikel Pendidikan


Anak adalah buah hati kebanggaan orang tua. Semua orang tua tentu senang jika buah hatinya bisa tumbuh dengan baik dan bisa menjadi apa yang diinginkan. Sebenarnya orang tua sudah bisa membaca bakat anak dari kecil. Orang tua yang baik harus bisa mengenali bakat anak sejak kecil sehingga bakat anak Anda bisa disalurkan. Jadi apa yang bisa orang tua lakukan untuk membantu anak-anak mengembangkan diri dan menemukan bakat sejatinya?

John Medina, seorang ilmu saraf dan penulis "Brain Rules for Baby" mengatakan, apa yang orang tua lakukan di masa lima tahun pertama kehidupan anak akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang dan perilaku anak hingga dewasa. Demikian pula, jika orang tua menginginkan anak menemukan apa antusias serta bakat yang terpendam dalam diri sang buah hati, orang tua harus selalu meningkatkan kepercayaan diri serta membantu pertumbuhan otak si kecil.

Melatih bicara

Bahkan mungkin sejak dalam kandungan, ibu sudah berbicara dengan janin yang ada dalam perutnya untuk merangsang pertumbuhan otak. Ketika ia lahir, komunikasi yang intens ketika menyusui, bermain, dan menggendong juga sangat berpengaruh pada otak anak. Otak anak sangat cepat menyerap kata-kata yang diucapkan oleh orang tua.

Ruang bermain

Apapun bakat yang ada dalam diri anak, sebaiknya terus diwadahi dengan jenis-jenis kegiatan serta permainan sesuai keinginan anak. Sediakan tempat atau ruang khusus bagi anak untuk bermain dan mengembangkan daya imajinasi serta bakatnya. Entah itu, akting, menyanyi, menggambar atau bakat lain, orang tua hanya bertugas sebagai pendorong dan memfasilitasi.

Pujian

Memuji anak tidak pada saat mereka berhasil saja tetapi juga pada saat mereka gagal. Kata-kata positif dan memotivasi akan membuat mereka jauh lebih percaya diri untuk bangkit lagi memperbaiki diri saat gagal.

Menahan emosi

Tidak banyak anak yang mampu mengubah emosi mereka menjadi hal-hal yang positif. Oleh karena itu, orang tua harus membantu anak untuk menerjemahkan emosi ke dalam kata-kata dan bukan perlakuan kasar. Jika anak merasa kesal atau marah, katakan bahwa itu hal yang wajar dan boleh dilakukan asal tidak menyakiti siapa pun. Anak-anak dengan kondisi emosi yang stabil jauh lebih mudah menemukan bakat dan jika ia memiliki bakat akting, ia akan lebih mudah memainkan peran di atas panggung.

Jadi, sebagai orang tua bantu anak menghadapi segala tantangan dan menemukan bakat sejati dalam dirinya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)