Masih Perlukah Anak Mendapatkan Hukuman Fisik?

28 September 2019 Artikel Pendidikan


Hukuman fisik pada masa kita kecil memang bukan hal asing. Sepertinya bagi orang tua zaman dulu, hukuman fisik adalah satu-satunya jalan agar kita patuh dan disiplin. Masih banyak orang tua yang menghukum anak dengan sabetan gagang kemucing atau sapu, hanya gara-gara anak memecahkan piring, tidak mau disuruh ke warung atau mengerjakan PR. Atau kalau di sekolah, ada guru yang menghukum anak push up sampai pucat pasi lantaran terlambat datang. Pikir mereka, si anak bakal jera melakukan kesalahan yang sama.

Memang tidak sepenuhnya salah, karena zaman dulu arus informasi belum banyak. Sehingga tidak heran bila para orang tua kita tidak punya referensi pola pengasuhan selain dari orang tuanya terdahulu.

Pertanyaannya sekarang adalah perlukah anak mendapatkan hukuman fisik? Melihat anak berbuat salah, orang tua ataupun guru sering tidak kuasa untuk tidak memberikan hukuman badan pada si anak. Padahal, hukuman fisik itu belum tentu perlu. Sebab, hukuman macam ini justru sering berdampak buruk. Ada cara lain yang lebih baik dan patut ditiru.

Kini hukuman badan justru sering digugat efektivitasnya oleh kalangan orang tua, para pendidik, maupun psikolog. Hukuman badan ada kalanya memang berdampak positif. Namun, terbuka pula peluang untuk melahirkan dampak negatif.

Secara filosofis, orang tua merasa bertanggung jawab untuk mendisiplinkan dan menghukum anak demi kebaikan si anak sekarang dan kelak. Bahkan secara tradisional pun, hukuman badan telah diterima sebagai salah satu metode sangat efektif untuk mengendalikan dan mendisiplinkan anak.

Hal ini didukung oleh masyarakat yang percaya bahwa hukuman badan penting untuk mencegah degradasi moral, baik dalam kalangan rumah tangga maupun masyarakat.

Di sekolah hukuman badan masih sering digunakan. Banyak guru atau para pendidik berpendapat, ketakutan murid pada hukuman fisik akan menambah kekuatan atau kewibawaan guru. Dengan demikian sang murid akan lebih mudah dikendalikan.

Namun, ini bukanlah satu-satunya cara untuk mengendalikan murid atau anak. Ada banyak metode yang bisa dipilih untuk menumbuhkan kepatuhan atau kedisiplinan. Namun, jika semua metode tersebut sudah tidak mempan, hukuman badan bisa dijadikan jalan terakhir untuk menumbuhkan kepatuhan. Dan jangan lupa baca juga Perlukah Hukuman Fisik pada Anak?. Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)