Manfaat Tersembunyi di Balik Imajinasi

19 November 2014 Artikel Pendidikan


Pernahkah anak Anda tiba-tiba menghampiri dan mengatakan bahwa di ruang makan ada makhluk luar angkasa yang sedang makan sayur berwarna biru? Bagaimana reaksi Anda ketika mendengar cerita si kecil? Mungkin Anda hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu hanya khayalan saja.

Ketika menyampaikan kreativitasnya, anak memiliki banyak cara, salah satunya membesarkan sebuah cerita yang pada dasarnya tidak ada. Bagi Anda sebagai pendengar ini sebuah kebohongan, tetapi di balik kebohongan tersebut merupakan daya imajinasinya akan pandangan anak terhadap semua informasi yang didapatnya.

Jadi, berbohong pada masa kecil bukanlah kebohongan, karena umumnya mereka belum memiliki motivasi untuk berbohong, selain belum mengerti apa itu berbohong. Dunia anak yang masih lugu pun belum mengetahui tindakan benar maupun salah, selalu mengarahkan anak untuk berbuat sesuka hati mereka. Dan hal itu termasuk mengekspresikan isi pikirannya tanpa tahu bahwa hal tersebut merupakan kebohongan. Sehingga kreativitas anak akan terarah menuju hal yang positif, dan membuatnya tidak untuk mengarang cerita demi dikatakan hebat diantara teman-temannya, atau demi mendapatkan pujian dari Anda.

Berikut beberapa manfaat yang tersembunyi di balik imajinasi:
1. Imajinasi dapat merangsang anak belajar memecahkan masalah dengan cara membantu mereka berpikir melalui hasil dari berbagai situasi yang berbeda dan berperan dalam membantu anak beradaptasi dengan lingkungan baru.

2. Imajinasi merupakan sarana bagi anak untuk menerapkan kemampuan mereka dalam dunia nyata. Misalnya, saat mereka berbincang-bincang dengan boneka, saat itulah secara tidak sadar anak-anak mulai belajar berkomunikasi yang nantinya kemampuan tersebut dapat dikembangkan saat mereka beranjak dewasa.

3. Imajinasi juga mengajak anak untuk meningkatkan perbendaharaan kata. Bercerita dan mendengarkan bermacam-macam kisah baik nyata maupun khayalan, membaca buku cerita atau pura-pura bermain peran dapat membantu anak belajar dan mengingat kata-kata baru.

4. Imajinasi juga bisa menjadi salah satu cara mempertajam memori. Penelitian membuktikan membayangkan sesuatu dengan perspektif pribadi merupakan cara efektif untuk memanggil atau memerintahkan otak mengingat sebuah informasi. Bahkan, untuk orang yang mengalami cedera otak, berimajinasi membantu proses rehabilitasinya.

Selain itu, dengan berimajinasi, anak dapat belajar berpikir kreatif. Pada umumnya, orang dewasa yang masa kecilnya adalah anak yang suka berimajinasi seringkali sukses menjadi konsultan, pencetus hal-hal baru, dan pemikir kreatif. Jadilah orangtua yang suka mendengar anak, dan suka merangsang anak untuk bercerita.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)