Manfaat Dibalik Mewarnai untuk Perkembangan Otak Anak

8 Oktober 2015 Artikel Pendidikan


Tidak perlu menunggu usia masuk sekolah untuk melatih motorik halus anak. Sejak dini, Anda bisa memperkenalkan kegiatan mewarnai kepada buah hati. Kegiatan ini sekaligus mengasah kecerdasan dalam dirinya. Bermain-main dengan pensil, krayon, atau cat lukis pada sebidang kertas tentu merupakan keasyikan tersendiri bagi anak-anak. Mewarnai bukan sekedar kegiatan menyenangkan bagi anak. Tapi juga dapat mencerdaskan anak, apalagi jika diajarkan sejak dini. Kegiatan ini tidak hanya bisa mengisi waktu luang anak, tapi juga merangsang fungsi motorik.

Berikut manfaat mewarnai yang bisa mendukung perkembangan otak anak:
1. Belajar konsentrasi dan fokus

Umumnya anak yang sedang mewarnai akan asyik dengan kegiatannya. Jadi, kegiatan mewarnai melatih tingkat konsentrasi dan fokus pada pekerjaan yang dilakukan, meski ada gangguan di sekitarnya. Kemampuan konsentrasi ini akan menunjang prestasi anak di sekolah.

2. Latih kemampuan koordinasi
Ketika anak mewarnai diperlukan koordinasi yang bagus antaramata dan tangan. Anak akan belajar sejak dini dari cara memegang krayon, memilih warna yang akan digoreskan dalam gambar hingga bagaimana menajamkan warna.

3. Bantu mengenalkan ragam warna
Aktivitas mewarnai mengenalkan anak tentang beragam warna. Sehingga, anak sudah bisa membedakan antara warna yang satu dengan warna lainnya. Mengajak anak mewarnai sejak dini juga membantu untuk mereka mudah memadukan warna. Bahkan melalui warna, anak bisa menggabungkan dua warna untukmendapatkan satu warna yang baru. Ini bisa menjadi sarana eksperimen bagi anak.

4. Tingkatkan kemampuan motorik
Melalui aktivitas mewarnai dapat meningkatkan kerja otot tangan sekaligus mengembangkan kemampuan motorik anak. Kerjasama tangan dengan otak ini penting untuk perkembangan anak.

5. Latihan menggenggam dengan baik
Saat anak mewarnai maka ada proses belajar menggenggam dengan benar. Lewat kegiatan mewarnai, anak belajar untuk merangsang motorik halusnya. Anak belajar untuk mengontrol krayon atau pensil warna yang di tangan. Melatih kemampuan menggenggam sejak dini akan membantu ketika anak belajar menulis.

6. Cara mengekspresikan diri
Untuk anak yang sulit mengungkapkan perasaan, mewarnai atau menggambar menjadi sarana yang tepat bagi mereka. Mewarnai bisa menjadi terapi emosi dimana anak bisa menuangkan perasaan atau emosi yang dirasakan. Baik perasaan senang atau sedih.

7. Bertanggung jawab
Dengan melakukan aktivitas mewarnai sejak dini si kecil akan belajar untuk meyelesaikan tugas yang dihadapinya. Anak belajar bertanggung jawab sejak dini terhadap tugasnya.

Jadi untuk orangtua, ketika anak mulai tertarik dengan aktivitas mewarnai maka berikanlah kebebasan untuk anak mengaplikasikan warna sesuai kemauannya. Tidak perlu banyak memberikan aturan, biarlah anak mengeksplorasi imajinasi dan kreativitasnya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)