Manfaat Bermain Peran bagi Siswa PAUD

27 Juli 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Di sekolah tempat saya pernah mengajar, kegiatan bermain peran selalu menjadi andalan. Aktivitas ini bahkan dipentaskan setiap kali menjelang acara kelulusan atau perpisahan sekolah. Bahkan aktivitas ini dipentaskan dengan mengkolaborasikan dengan bidang budaya dan seni musik. Bermain peran atau memperagakan drama adalah kegiatan yang menyenangkan dan edukatif, tidak hanya bagi orang muda atau dewasa, anak-anak usia dini pun akan menyukainya. Pendidik perlu mengajak anak-anak didiknya melakukan aktivitas ini. Mengapa?

1. Melatih Kepercayaan Diri Anak

Untuk bisa menjadi tokoh atau pemain drama di dalam sebuah peragaan drama, seorang anak didik tidak harus pandai berakting atau memiliki suara yang bagus. Anak-anak yang masih belajar untuk bisa berbicara di depan umum, terutama di sebuah pentas drama pun bisa belajar. Anak-anak yang terlihat pemalu atau pendiam biasanya memerankan tokoh figuran, misalnya menjadi warga atau pun menjadi pohon, batu, dan lainnya. Dengan menjadi pemain yang tidak terlalu memiliki andil yang penting dalam sebuah permainan peran, anak-anak yang cenderung pendiam atau pemalu tetap bisa tampil dan melatih kepercayaan diri mereka.

2. Melatih Kemampuan Berbicara Anak Didik

Sebelum mengajak anak pentas di atas panggung yang besar dan dengan jumlah penonton yang banyak, alangkah lebih baik bila anak-anak didik dibiasakan melakukan permainan peran di dalam kelas. Sebenarnya melakukan aktivitas bermain peran di dalam kelas bukanlah hal yang sulit. Karena yang terpenting adalah kepiawaian pendidik dalam membuat skenario cerita yang sederhana. Misalnya mereka kita ajak untuk memperagakan saat berkenalan dengan teman yang baru. Dengan terbiasa melakukan aktivitas ini maka kemampuan berbicara anak-anak, terutama berbicara di depan umum, akan menjadi semakin baik. Untuk melakukan aktivitas ini, pendidik harus menyarankan kepada anak-anak didiknya untuk menggunakan kosa kata yang baik.

3. Bermain Peran Membantu Anak Belajar dari Pengalaman

Proses belajar seseorang tidak harus dari pengalaman pribadi, namun juga bisa dari pengalaman orang lain. Dengan bermain peran, anak-anak bisa melihat suatu visualisasi yang nampak lebih nyata (daripada sekedar mendengar dongeng) dari suatu kejadian. Suatu naskah drama yang memiliki nilai moral dan nilai edukatif, akan mengajak anak belajar dari suatu pengalaman. Karena bagi anak-anak suatu imajinasi adalah suatu yang tampak nyata bagi anak-anak. Anak-anak bisa belajar dari pengalaman para tokoh dan kejadian-kejadian dari suatu aktivitas bermain peran.

4. Melatih Kerjasama

Anak-anak yang menjadi seorang tokoh di dalam suatu aktivitas bermain peran akan terbiasa dengan kekompakan tim. Suatu aktivitas bermain peran tidak akan berhasil dengan baik bila tidak ada kerjasama tim yang baik. Mereka akan belajar akan pentingnya mendengarkan instruksi dan memperagakan sesuatu sesuai dengan skenario drama.

5. Mengembangkan Imajinasi Anak

Anak-anak biasanya masih memiliki pemikiran yang sempit, karena pengalaman mereka belum banyak. Anak-anak juga akan lebih belajar dari apa yang mereka lihat sekaligus yang mereka dengar. Dengan visualisasi drama, anak-anak akan diajak untuk membayangkan diri mereka menyatu dalam suatu kebudayaan tertentu, situasi rumah tangga suatu tokoh dan banyak hal baru lainnya. Hal ini sangat bermanfaat agar anak-anak semakin mampu untuk berimajinasi secara lebih luas.

6. Melatih Kemampuan Berempati

Anak-anak yang memiliki tingkat emosi yang masih labil atau mudah terpancing untuk marah, tidak ada salahnya bila kita ajak untuk memerankan tokoh yang penyabar atau bijaksana. Melalui peran yang berbeda dengan kehidupan nyata atau tidak sesuai dengan pribadi mereka, mereka justru akan semakin belajar tentang suatu karakter yang baik. Dengan memerankan karakter yang berbeda dengan karakter asli, sang anak akan mampu belajar menjadi lebih baik dan dewasa.

7. Berlatih Problem Solving

Suatu permainan peran biasanya akan membahas suatu kasus atau permasalahan yang belum terpecahkan. Di akhir cerita, suatu permasalahan tersebut akan terpecahkan atau ditemukan jalan keluarnya. Proses terjadinya konflik dan penyelesaian masalah inilah yang akan membuat anak-anak semakin mampu untuk belajar menyelesaikan suatu masalah dengan baik. Di dalam kehidupan nyata hal ini akan sangat berguna. Anak-anak akan semakin mampu memahami akan pentingnya komunikasi, etika bergaul, pentingnya musyawarah, agar suatu permasalahan tidak terjadi atau agar suatu permasalaan bisa terselesaikan dengan baik.

Bagaimana pun aktivitas ini bisa menjadi ajang bagi anak-anak didik untuk mengembangkan talenta mereka, terutama mereka yang berbakat di bidang seni peran. Untuk membuat suatu aktivitas drama di sebuah panggung dengan banyak penonton, tentu saja membutuhkan persiapan yang baik. Misalnya dengan tata musik yang baik, ada tarian, ada nyanyian, kostum yang menarik, serta dekorasi yang indah. Dengan melibatkan anak pada tahap persiapan inilah nantinya anak-anak bisa belajar lebih banyak hal yang lain. Mereka bisa belajar membuat dekorasi yang menarik, kostum buatan mereka sendiri, dan lainnya, sehingga bila pentas drama bisa terlaksana dengan baik, maka ada kepuasan tersendiri di hati anak-anak melihat perjuangan mereka membuahkan hasil yang bagus

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)