Makna Dibalik Lampu Lampion Saat Imlek

30 Januari 2017 Artikel Pendidikan


Tahun Baru Imlek sebentar lagi, warga Tionghoa mulai bersiap-siap untuk merayakannya. Beragam pernak-pernik pun disiapkan seperti patung dewa, bunga-bunga musim semi, angpao, guci, lilin merah, dan baju cheongsam. Salah satu aksesoris yang paling mencolok saat Imlek adalah lampion. Lampion yang berwarna merah dan berornamen tulisan Cina terpajang untuk menyemarakkan Imlek. Tempat-tempat umum seperti mall dan restoran juga berlomba-lomba menyemarakkan Imlek dengan membuat dekorasi Imlek yang menakjubkan, misalnya gantungan lampion-lampion yang tidak biasa dari segi ukuran dan lainnya.

Lampion adalah sejenis lampu yang terbuat dari kertas lilin atau juga bisa kertas tebal atau sutera merah di dalamnya dan biasanya berangka bambu. Lampion sudah menjadi atribut budaya yang menyimbolkan oeraihan tahun dalam penanggalan Cina. Kehadiran Lampion berwarna merah akan menghiasi rumah-rumah warga Tionghoa dan tentunya kelenteng-kelenteng. Tradisi pemasangan Lampion saat Imlek diperkirakan sudah ada sejak era Dinasti Xi Han, yakni sekitar abad ke-3 Masehi, yang juga bersamaan dengan dikenalnya teknik pembuatan kertas.

Penggunaan warna merah pada Lampion ini memiliki filosofi sendiri yakni symbol pengharapan untuk tahun depan agar kehidupannya diwarnai dengan keberuntungan, kebahagiaan, dan rezeki. Tidak hanya itu, lampion juga disimbolkan sebagai pengusir makhluk pengganggu bernama Nian pada zaman dahulu, dan lampion yang dipasang dirumah bisa menghindarkan sang pemilik dari ancaman kejahatan.

Saat ini lampion perayaan Imlek dibuat dengan berbagai macam bentuk dan variasi. Bentuk lampion yang konvensional adalah bulat dengan kerangka yang terbuat dari bambu. Seiiring dengan perkembangan zaman, lampion dibuat bervariasi dengan bahan-bahan yang berbeda, misalnya dengan kerangka dari logam yang kemudian dapat difungsikan sebagai lampu meja atau lampu hias.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)