Lindungi Anak dari Narkoba dengan Cinta

26 Juni 2018 Artikel Pendidikan


Pro kontra hukuman mati bagi para pengedar narkoba menjadi polemik di berbagai media belakangan ini. Indonesia pun menjadi sorotan masyarakat manca negara karena berkeras menerapkan hukuman mati demi melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, meskipun tindakan itu dikecam oleh sejumlah negara. Kampanye bahaya narkoba sudah disosialisasikan dengan penyuluhan intensif ke berbagai sekolah-sekolah di Tanah Air, begitu juga ke sejumlah perguruan tinggi dan institusi pemerintah.

Namun mengapa masih saja ada anak muda, orang dewasa, pekerja, seniman, selebritis atau mahasiswa yang tertangkap karena menggunakan narkoba. Apakah mereka tidak paham mengenai bahaya narkoba? Anak remaja berusia 14-19 tahun sangat rentan terhadap ajakan memakai narkoba, demikian juga mahasiswa/ mahasiswi dengan rentang usia 20-23 tahun. Artinya, para remaja adalah kelompok usia yang paling rapuh terhadap bujuk rayu untuk mencicipi narkoba. Orang tua memang tidak bisa berada di sisi anak selamanya. Namun dengan menerapkan hal-hal ini, kita bisa membuatnya melindungi dirinya sendiri dari bahaya narkoba.

1. Aktivitas non-akademis

Dukung anak Anda terlibat dalam kegiatan non-akademis, misalnya membentuk band, atau klub futsal. Berikan ia informasi tentang kompetisi yang diadakan sesuai dengan bidang pilihannya dan dukung ia untuk mengikutinya. Anak remaja yang sudah tahu seperti apa rasanya tampil di depan umum akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk mencapai apa yang diinginkannya. Ia juga akan tahu seperti apakah rasanya kecewa karena gagal jadi pemenang, dan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.

2. Anda membutuhkannya

Tumbuhkan kesadaran pada anak sejak dini bahwa ia dibutuhkan. Dengan demikian ia akan sadar akan bahaya narkoba dan menjauhinya karena narkoba hanya membuat tubuhnya lemah, sehingga ia tidak bisa melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya.

3. Penghargaan

Bukan hanya gadget, uang saku atau kendaraan bermotor pemberian orangtua saja yang membuat anak remaja merasa bahagia. Tapi juga penghargaan atas apa yang telah ia lakukan, apalagi jika Anda mengatakannya di depan umum misalnya, di acara kumpul keluarga.

4. Cinta

Disiplin atau moderat, apapun jenis pengasuhan anak yang Anda terapkan, semua sebaiknya berdasarkan cinta. Karena cinta, Anda akan berpikir ulang sebelum menghujaninya dengan kata-kata kasar karena sebuah kesalahan besar/kecil yang dilakukannya. Dan karena cinta pula orang tua tidak lelah memberikan dukungan kepada anak.

Semoga bermanfaat..

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)