Lho, Industri Lebih Butuh Hasil Pendidikan Karakter?

16 April 2010 Artikel Pendidikan


PADANG, KOMPAS.com Direktur Ketenagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Prof Dr Mukhlas Samani mengatakan, banyak negara yang merisaukan perkembangan karakter bangsanya.
"Kerisauan tentang karakter bangsa tidak hanya dialami oleh Indonesia. Bangsa-bangsa lain juga risau dengan karakter bangsanya," kata Mukhlas ketika menjadi pembicara pada "Sarasehan Nasional Pendidikan Karakter" di Padang, Kamis (15/4/2010).Mukhlas mencontohkan kerisauan yang terjadi di Amerika Serikat (AS). Seorang ahli di Universitas Harvard mengaku risau dengan sistem pendidikan di negara tersebut, yang menyatakan bahwa pendidikan di AS ketinggalan jauh dari tuntutan riil yang perlu dikembangkan pada anak.Di Indonesia, kata Mukhlas, ia pernah melakukan studi kecil tentang kompetensi yang dibutuhkan industri. Dia mengatakan, ternyata, yang diperlukan oleh industri adalah jujur, disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, dan kemampuan pada bidangnya.Dari lima hal itu, kata Muhklas, empat di antaranya lebih dekat dengan karakter sebab hanya satu di antaranya yang fokus pada kemampuan bidang yang berada di luar pendidikan karakter."Kondisi semacam itu yang membuat kita risau. Ke depan, perlu dipikirkan pengembangan pendidikan karakter," katanya.Sumber: edukasi.kompas.com