Langkah Mengajarkan Pendidikan Karakter Melalui Media Dongeng

17 Juni 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Ada banyak media yang bisa digunakan untuk mengajarkan pendidikan karakter pada anak usia dini. Bisa dengan cara bernyanyi, mendongeng, menonton film, dan banyak cara lainnya. Kali ini, Kak Zepe akan mengajarkan tentang langkah-langkah menanamkan atau mengajarkan pendidikan karakter melalui media dongeng. Salah satu contoh materi pendidikan karakter adalah kejujuran. Melalui artikel ini, Kak Zepe akan mejelaskan langkah-langkah mengajarkan nilai-nilai kejujuran kepada anak-anak usia dini.

1. Memberikan contoh pengalaman pribadi secara singkat

Sebelum mendongeng, kita bisa memberikan contoh pengalaman pribadi. Bila dalam dongeng yang hendak kita ceritakan adalah tentang pentingnya nilai kejujuran, kita bisa meminta anak didik untuk memberikan contoh tindakan-tindakan yang mencerminkan yang mereka tahu.

2. Bercerita tentang dongeng anak yang jujur

Pada tahap ini, kita mulai bercerita tentang manfaat sifat jujur. Waktu bercerita kepada anak-anak maksimal hanya 10-15 menit. Maka gunakan waktu sebaik mungkin. Karena anak-anak biasanya cepat bosan kalau kita bercerita terlalu lama. Gunakan pula media yang menarik agar anak-anak bisa lebih fokus, misalnya dengan media wayang, boneka jari, atau boneka tangan.

3. Diskusi tentang manfaat kejujuran

Kita ajak anak-anak untuk menjelaskan tentang alasan mengapa kita harus bersikap jujur, misalnya agar kita mudah dipercaya teman, agar banyak teman, agar tidak menyakiti atau mengecewakan hati teman, dan lainnya.

4. Meminta siswa memberikan contoh pengalaman pribadi

Kita tanyakan kepada siswa tentang pengalaman pribadi sikap yang mencerminkan kejujuran. Dalam tahap ini, siswa akan saling belajar dan saling berbagi pengalaman tentang manfaat sikap jujur.

5. Menanyakan kepada siswa tentang akibat sikap tidak jujur

Kita tanyakan kepada siswa tentang akibat dari sikap tidak jujur. Kita bisa menanyakan kepada siswa tentang apa akibatnya bila tokoh utama di dalam cerita tidak berkata atau bersikap jujur. Bila ada siswa yang mau terbuka, kita juga bisa meminta siswa untuk menceritakan pengalaman tentang sikap tidak jujur.

6. Kegiatan praktek

Agar siswa semakin ingat akan nilai-nilai kejujuran, siswa bisa kita ajak untuk melakukan kegiatan praktek. Kegiatan praktek ini ada beraneka macam, bisa menggambar atau mewarnai gambar yang menceritakan tentang dongeng yang baru saja kita ceritakan, praktek bercerita singkat tentang pengalaman kejujuran, bernyanyi lagu dengan tema kejujuran dan banyak contoh lainnya.

7. Kalimat inspiratif

Di akhir pelajaran, kita bisa mengajak anak untuk menghafal kalimat inspiratif dan singkat tentang kejujuran, misalnya "Kejujuran membawa keberuntungan, Kejujuran membuatku punya banyak teman." Kita bisa mengajak anak mengucapkannya berkali-kali; meminta anak mengahafal, lalu mengucapkannya secara individu atau berkelompok; mengucapkan kalimat tersebut dengan gaya; atau mengucapkannya dengan irama lagu (bernyanyi).

Mendongeng adalah salah satu metode yang menarik bagi pendidik untuk bisa menyalurkan inspirasi atau nilai moral tertentu. Di tengah banyaknya hiburan yang kurang ramah anak, mendongeng bisa menjadi salah satu sarana yang baik dalam memberikan hiburan edukatif. Suasana santai saat mendongeng ditambah dengan adanya interaksi saat mendongeng bisa menjadi salah satu sarana yang bisa mendekatkan hati seorang pendidik dengan anak didik. Mari kita budayakan mendongeng untuk anak-anak didik karena mendongeng banyak manfaatnya.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)