Kreatif Melatih Daya Ingat Anak

20 Maret 2018 Artikel Pendidikan


Tidak semua anak pandai menghafal. Ada banyak faktor yang menyebabkan anak sulit untuk menghafal sesuatu, bisa karena faktor keturunan, memang memiliki kemampuan mengingat atau belajar yang lemah, kondisinya sedang dalam keadaan stres atau tertekan atau bisa karena sulitnya berkonsentrasi. Sebagai orang tua, Anda jangan hanya diam saja dan menyerah pada nasib. Anda harus membantu anak, meskipun bukan dengan cara memaksa mereka untuk bisa mengingat.

Kemampuan untuk mengingat sangat penting dilatih sejak balita guna mempersiapkan dirinya untuk memasuki jenjang pendidikan dasar yang lebih tinggi. Dengan kemampuan mengingat yang baik, anak akan lebih mudah menangkap, memahami, dan menerima pelajaran di sekolah nanti. Daya ingat juga berguna untuk membangun kemandirian dan rasa percaya diri anak. Untuk melatih daya ingat anak yang baik, Anda bisa menggunakan berbagai cara dan stimulasi. Mulailah dari stimulasi yang sederhana, kemudian Anda bisa mengembangkannya menjadi sulit seiring dengan perkembangan anak.

Berikut beberapa permainan yang bisa diterapkan di rumah untuk melatih daya ingat anak:
1. Permainan Mencari Perbedaan

Permainan ini bertujuan untuk merangsang anak membedakan gambar yang satu dengan yang lainnya. Persiapkan buku khusus yang banyak memberikan materi mencari perbedaan ini. Mulailah dari gambar yang sangat sederhana dan biarkan si kecil melihat dan mencari sendiri perbedaan di tiap gambar dengan memberikan tanda di masing-masing tempat.

2. Tebak Gambar
Tebak gambar merupakan bentuk stimulasi yang paling efektif untuk melatih daya ingat. Melalui permainan ini, anak terpacu untuk mengingat gambar berpasangan yang disodorkan. Pertama, kita siapkan gambar berpasangan sesuai dengan tema yang dipilih (misalnya piring-gelas, buku-pensil). Gunakan warna-warna cerah untuk menarik perhatiannya. Sodorkan gambar tersebut pada anak dan beri dia waktu untuk mengingatnya, kemudian acak kartu-kartu tersebut dan biarkan anak menyusun ulang.

3. Bebas Bermain
Melalui bermain bebas, anak-anak akan berinteraksi dengan temannya. Saat berkomunikasi, mendengar dan menggunakan kata-kata, neuron dalam otak akan membuat banyak hubungan sel otak yang sangat penting dalam proses pembelajaran dan daya ingat anak.Tetapi tetap harus dalam pengawasan kita sebagai orang tua.

4. Mendongeng
Mendongeng pun bisa menjadi sarana melatih daya ingat anak. Pilihlah dongeng yang pendek namun memiliki alur cerita yang menarik. Mulailah mendongeng pada saat menjelang anak tidur dan bacakan dengan intonasi yang bervariasi mengikuti karakter dalam dongeng tersebut agar anak tertarik. Di tengah-tengah cerita, kita bisa berhenti dan menanyakan kembali nama tokoh-tokoh yang telah disebutkan, atau sepenggal cerita dari dongeng yang telah dibacakan. Bila anak tidak mampu, kita bisa membantunya dengan memberikan petunjuk-petunjuk yang mengarah.

Jangan lupa untuk memberikan pujian pada anak apabila mereka berhasil menyelesaikan permainan atau stimulasi dengan baik. Begitu pula sebaliknya, jika anak tidak berhasil, berikan kata-kata positif padanya agar anak tidak patah semangat dan kecewa.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)