Artikel Pendidikan
15 Oktober 2009

Kiat Meraih Sukses

Apa yang menyebabkan seseorang berhasil dalam kehidupannya dan sementara orang lain tidak? Apakah seseorang akan berhasil dalam setiap pekerjaan yang diberikan kepadanya? Banyak orang bertanya tentang bagaimana cara meningkatkan potensi untuk meraih sukses dan kemajuan dalam berkarir? Ternyata banyak pula ragam jawabannya.

Para ahli telah meneliti dan menyimpulkan bahwa faktor yang paling dominan mendorong seseorang untuk meraih sukses adalah motivasi. Motivasi mampu menunjukkan semangat yang tinggi untuk mencapai hasil atau sukses yang diharapkan. Tetapi di manakah motivasi itu dapat kita temukan?

Menurut seorang ahli psikologi di Harvard, David McClelland motivasi terletak secara mental tepat di bawah tingkat kesadaran penuh pada pikiran prasadar garis perbatasan antara sadar dan tidak sadar. (Dalam wilayah lamunan, tempat orang bisa bicara kepada dirinya sendiri tanpa cukup ia sadari). Namun pula lamunan bisa diuji, dan seseorang bisa belajar untuk mengubah motivasinya dengan dengan mengubah lamunannya; seseorang mengatur imajinasinya sehingga selalu mendorong itikad dan kemampuannya, bukan menghambatnya.

McClelland melihat dalam penelitian motivasi ini kemungkinan membantu diri sendiri hingga berhasil mencapai sukses. Di bawah ini ada beberapa saran:

1). Usahakan suatu umpan balik pencapaian hasil.
Ini adalah seni merancang tugas sehingga Anda bisa berhasil sedikit demi sedikit. Anda menuai suatu imbalan keberhasilan dan dengan demikian memperkuat hasrat untuk mencapai hasil yang lebih banyak. Contoh, jika Anda seorang distributor MLM yang ingin memiliki 350 orang downline dalam 1 tahun perjalanan Anda. Mungkin pada awalnya jumlah itu terasa besar, tapi jika Anda mau melakukannya setahap demi setahap, 1 orang per hari maka jumlah tersebut mudah Anda capai. Perasaan Anda atas konsistensi langkah Anda akan membuat Anda terus maju.

2). Carilah tokoh teladan dalam pencapaian hasil.
Tokoh teladan ini sangat penting dalam pencapaian hasil Anda, karena mereka sudah membuktikan keberhasilannya. Buatlah tokoh tersebut sebagai model Anda dalam mencapai kesuksesan Anda. Sebagai contoh, sejarah yang terjadi seperti seorang presiden Amerika Harry Truman berasal dari keluarga sederhana, tetapi kebesaran yang dicapainya adalah berkat pahlawan yang dijadikan model olehnya yaitu para negarawan ternama yang dibacanya dalam buku. Begitu juga mantan presiden Amerika lainnya, Bill Clinton terobsesi ingin menjadi presiden setelah bertemu dengan presiden John F. Kennedy di Gedung Putih. Anda juga dapat meilih tokoh yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang Anda lakukan sekarang agar dapat mengikuti jejaknya dalam mencapai keberhasilan. Berhati-hatilah dalam memilih tokoh tersebut. Anda harus betul-betul meyakini bahwa segala sikap dan tindak-tanduknya mencerminkan seseorang yang patut dihormati dan dihargai oleh masyarakat kebanyakan.

3). Bentuklah kesan diri Anda. Orang yang memiliki motivasi pencapaian hasil yang tinggi mencari tantangan dan tanggung jawab pribadi, terus-menerus mencari umpan balik mengenai keberhasilan sehingga menjadi suatu kebutuhan. Sebagai langkah pertama bayangkanlah diri Anda sebagai orang yang harus sukses, memiliki tanggung jawab dalam menghadapi tantangan, dan mampu membuat variasi. Kesan diri Anda sangat penting dalam kesuksesan yang ingin Anda capai. Bagaimana mungkin Anda dapat mencapai kesuksesan kalau kesan diri Anda tidak merasa cocok dengan kesuksesan tersebut. Kesuksesan tersebut tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan Anda.

4). Kendalikan lamunan Anda.
Pada lamunan tersebut hampir semua di antara kita terus-menerus bicara kepada diri sendiri. Beberapa di antara kita memberikan keyakinan kepada diri sendiri, tetapi kebanyakan dari kita justru berbuat sebaliknya, menganggap diri sendiri tidak mampu, takut untuk berbuat atau memulai sesuatu, tidak percaya atas kemampuan diri sendiri bahwa kita juga bisa seperti orang yang telah sukses tersebut. Anda lihat seorang atlet petinju terbesar sepanjang sejarah, yaitu Muhammad Ali. Sebelum dia bertanding dia telah bicara kepada dirinya sendiri bahwa dia pasti menjadi pemenang dan terus-menerus mengulangi kata-kata tersebut utnuk memberinya dorongan. Maka kebanyakan hasil yang didapat adalah Muhammad Ali selalu menjadi juara. Sebaliknya jika ada gagasan yang bercokol dalam lamunan bisa dicegah hanya dengan mengatakan, berhenti!. Banyak bukti dari studi perilaku bahwa cara ini memberi hasil. (Harry Sutanto, 2003).

Dari saran-saran sederhana ini, semoga kita bisa meraih cita-cita yang kita inginkan. Kita bisa dengan sadar membangkitkan motivasi dan menciptakan kembali diri kita sendiri, yang lebih dari segala-galanya. Sehingga kita patut menjadi orang-orang yang sukses. Obsesi merupakan pemacu sukses yang penting. Dalam sejarah orang-orang sukses selalu punmya obsesi tinggi terhadap segala hal dalam kehidupan ini. Biasanya mereka yang berhasil meraih cita-cita dalam hidupnya mempunyai karakteristik yang unik di antaranya:

1). Pada saat dia melihat kesempatan yang menurutnya benar, dia selalu akan memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya.
2). Dia selalu melihat dan menghindari melakukan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan untuk mendekatkannya kepada target yang ingin dicapainya.
3). Dia selalu memanfaatkan semua waktunya dengan efektif untuk mencapai berbagai tujuan dan target. Karena ada obsesi mereka mau berusaha untuk mencapai apa yang diinginkan. Yang penting bukan bagaimana kita mencapai tujuan, tetapi apa yang ingin kita capai?

Apa yang menjadi obsesi-obsesi dari orang-orang sukses itu? Dan mereka selalu bekerja dengan luar biasa kerasnya untuk mencapai obsesi-obsesi itu.Hal terpenting dari kebijakan ini adalah:

1). Mencoba untuk melihat setiap hari dalam kehidupan kita hal-hal apa yang harus kita perbuat agar lebih mendekatkan diri kepada tujuan sukses. 2). Menghindari apa-apa yang akan melemahkan kita atau yang tidak berguna bagi tujuan kita. 3). Memanfaatkan waktu kita dengan efektif untuk bekerja sekeras-kerasnya dalam mencapai dan mendekatkan diri kita kepada obsesi-obsesi yang ingin kita capai dalam hidup ini.

Berani (dalam melakukan hal-hal positip tentunya) juga dibutuhkan untuk mencapai sukses. Dalam hal ini ada beberapa unsur yang perlu digarisbawahi, yaitu:

1).Berani menanggung resiko.
Semua jenis pekerjaan pasti beresiko. Ungkapan klise yang sering terdengar yaitu lelah dan tak ada waktu luang bersama keluarga. Banyak lagi resiko yang harus kita tanggung dan hadapi konsekuensinya berdasarkan ringan atau beratnya pekerjaan. Jangan menghindari resiko kalau ingin maju. Misalnya kita gagal memenuhi atau mencapai target tahun ini, jangan frustrasi. Pikirkan cara terbaik untuk mengatasi kegagalan itu.

2).Berani bertanggung jawab.
Kita bertanggung jawab penuh atas pekerjaan. Maka kalau kita berbuat salah, kita wajib bertanggung jawab utnuk memperbaikinya. Jangan mengkambinghitamkan orang lain atau rekan kerja kita. Selain terkesan pengecut, hal seperti ini juga menunjukkan bahwa kita tidak profesional dalam bekerja.
3). Berani mengungkapkan ide.
Kalau takut mengungkapkan ide, karir kita bisa terhenti. Atasan membutuhkan ide yang segar, original, dan cerdas. Maka wujudkanlah ide itu saat kita bekerja. Jangan ragu utarakan ide-ide kita baik langsung kepada atasan atau di dalam rapat. Kalau kita selalu takut dan ragu, idenya bisa diserobot orang lain.

4). Berani bersikap profesional.
Sikap profesional harus ditumbuhkan mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya datang ke kantor tepat waktu, menyelesaikan tugas dengan cekatan, tidak menunda-nunda pekerjaan, dan memenuhi deadline. Utamakan inovasi. Beranilah membenahi dan memperbaiki kinerja kita. Sehingga kita mampu menjadi seorang profesional.

5). Berani bersikap objektif.
Dengan bersikap objektif kita akan lebih jernih dalam menilai sesuatu. Misalnya, kalau ada konflik dengan rekan kerja, kita cermati dengan objektif apa penyebab konflik. Apakah karena salah paham biasa atau karena beda pendapat mengenai suatu ide atau gagasan? Jangan membawa masalah pribadi ke tempat kerja. Sebab perusahaan tentu menuntut dan mengutamakan profesionalisme kita.

6). Berani bersikap tegas.
Jika kita berbeda pendapat dengan rekan kerja, ungkapkan perbedaan itu berdasarkan argumen yang kuat. Jika ditugaskan oleh koordinator atau supervisor tetapi tidak sesuai dengan aturan main yang sudah disepakati bersama melalui rapat, tolak saja. Asal tidak menyimpang dari jalur yang ditetapkan bersama, bersikaplah tegas. Kalau tidak tegas, kita hanya akan dimanfaatkan oleh orang lain, termasuk oleh atasan.

7). Berani menerima kritik.
Kalau tidak berjiwa besar menerima kekurangan, kita akan alergi terhadap kritik. Kita harus berlatih menerima kekurangan itu, meskipun pahit. Di tempat kerja, mekanisme pemberian kritik biasanya akan memperbaiki kekurangan kinerja kita. Anggaplah kritik sebagai cambuk, rasanya memang sakit, tetapi hasilnya Insya Allah kita bisa memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

Putus asa, kecewa karena segala sesuatu yang telah dipersiapkan dan direncanakan gagal dilaksanakan. Program kerja dan manajemen waktu sudah diterapkan, tapi masih saja meleset. Jangan patah semangat, ingat pepatah bijak; ada hikmah di balik kegagalan, ada jalan ke luar di balik masalah. Seorang berjiwa besar pasti sanggup mengatasinya.

Kalau kita memiliki dan mempraktekan segala bentuk dan jiwa berani seperti diutarakan di atas Insya Allah sukses pun akan teraih. (Dari berbagai sumber, penulis alumni Universitas Terbuka Fakultas Ekonomi Program Manajemen, peminat manajemen).

sumber: kabarindonesia.com

Artikel Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris