Artikel Pendidikan
29 Oktober 2009

Kiat Jitu untuk Menghadapi Anak-Anak

Dalam menghadapi anak-anak usia dini memang tidaklah mudah. Dibutuhkan pendekatan khusus sehingga si anak mau diajak belajar bersama.

Karenanya, pemahaman akan karakter setiap anak dan rasa sayang mendalam kepada mereka,mutlak harus dimiliki guru. Karenanya,guru prasekolah ini harus memiliki kecintaan terhadap anak-anak. Ketika bertandang ke salah satu pre school, Seputar Indonesia melihat bahwa setiap guru memiliki cara khusus untuk mendekati anak-anak.

Seperti di Planet Kidz, seorang siswa, Narina, urung bergaul dengan teman lainnya. Siswa kelas toddler Planet Kidz ini tidak mau lepas dari pangkuan sang guru. Mau tidak mau, guru tersebut menyuruh Narina untuk melanjutkan kegiatan meski dalam pangkuannya. Inilah sekilas gambaran yang mudah ditemukan di sekolahsekolah bagi anak usia dini.

Pengalaman yang sama dialami pula setiap hari oleh director Menteng Preschool Rozana M Daecyanti. Menurutnya, harus ekstrasabar menghadapi anak-anak. Untuk menghadapi anak-anak yang rewel atau uring-uringan, ia pun mempunyai cara tersendiri. Kalau anak lagi enggak mood, biasanya saya mengajak mereka bicara.Saya menanyakan apa yang mengganggu mereka. Dari situ kemudian saya ajak melakukan kegiatan yang sederhana, misalnya bernyanyi, ujarnya.

Untuk membujuk anak-anak,terkadang Daecy membebaskan anak-anak untuk melakukan hal yang diinginkan. Mereka boleh bermain puzzle, menggambar, atau memberi makan hewan.Kebetulan sekolah ini memiliki kelinci dan anjing. Hal yang sama juga diterapkan di Preschool Planet Kidz. Sebelum beraktivitas, siswa diperbolehkan main di halaman. Di sini kami memberi mereka kebebasan untuk melakukan kegiatan yang mereka sukai, sebut Kepala Sekolah Planet Kidz Ama Noersatryo.

Di halaman sekolah tersedia berbagai mainan. Ada bak pasir, ayunan, dan mobil-mobilan. Bagi yang ingin melukis, guru sudah menyiapkan alat lukis lengkap dengan kuas dan cat warna-warni. Menurut Ama, kegiatan bermain di luar kelas sebelum jam pelajaran dimulai ini, dimaksudkan untuk menyiapkan anak sebelum belajar dan membangkitkan mood mereka.

Tiga puluh menit menjelang sekolah bermain, anak-anak ini boleh kembali melanjutkan permainan mereka di dalam atau di luar kelas. Dalam menghadapi anak-anak dengan kasus seperti Narina,biasanya anak-anak tersebut memang dekat dengan seorang guru. Menurut Ama, tidak masalah jika anak tersebut dipegang seorang guru, namun perlahan-lahan ia meminta guru lain untuk mencoba mendekati Narina agar terbiasa bergaul dengan orang lain.

Lain lagi dengan Dolly Francy dan Erlina Kwan yang hampir setiap hari menghadapi anak-anak usia 6-30 bulan. Mereka mempunyai taktik jitu untuk mengambil hati para siswa batita ini. Mereka aktif memberikan motivasi kepada anak agar tidak pasif di kelas. Caranya dengan memberikan contoh yang dimulai dari mereka sendiri. Kami mengajar bernyanyi dengan gerakan.Kalau mereka enggak mau gerak, kami pegang tangannya. Cara ini akan menarik perhatian mereka,kata Dolly. (sri noviarni)

Sumber: Seputar-Indonesia.Com

Artikel Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris