Ketika Anak Lebih Percaya pada Orang Lain Daripada Orang Tua

24 Maret 2015 Artikel Pendidikan


Anda pernah mengalami anak tidak patuh ketika dinasehati, tapi justru patuh ketika orang lain yang menasehat? Anak lebih percaya orang lain ketimbang kepada orang tuanya. Mungkin hal seperti ini bisa sangat menjengkelkan bagi Anda. Namun perhatikanlah apa yang membuat anak bisa bersikap demikian. Evaluasi diri Anda apakah ada hal yang salah saat Anda mendidik, atau Anda kurang mempunyai ikatan batin dengan anak sehingga si anak tidak mau menuruti perintah Anda.

Orang tua yang sibuk atau yang tidak punya waktu untuk mendidik anak. Biasanya anak diasuh oleh baby sitter atau dititipkan ke penitipan anak, banyak sekali orang tua yang melakukan hal demikian. Anaklah yang sebenarnya jadi korban karena kurang mendapat perhatian dari orang tua. Anak tidak memiliki ikatan batin kepada orang tua sehingga cenderung tidak patuh. Jika pengasuh sudah memiliki kemampuan dalam mendidik anak berakibat pada anak lebih percaya orang lain atau pengasuhnya ketimbang orang tua. Kasih sayang orang tua sangat dibutuhkan anak agar lebih tercipta ikatan batin yang erat.

Untuk itu, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua:
1. Konsisten

Rancanglah peraturan buat si anak kemudian terapkanlah dengan konsisten. Anak cenderung suka mencari celah untuk melanggar peraturan. Maka terapkanlah peraturan yang telah dibuat agar anak memiliki kepatuhan kepada orang tua.

2. Berikan Pujian
Ketika anak mau menuruti perintah kita berilah pujian atau hadiah pada mereka. Anak sangat suka dengan hadiah dan pujian. Hal itu akan membuat anak lebih respek pada kita karena merasa dihargai usahanya.

3. Bersikap Lembut
Pada umunya anak tidak suka dengan cara yang kasar atau keras ketika kita memerintahnya misalnya dengan bentakan atau makian. Orang tua harus bersikap tegas bukan berarti harus bersikap keras, tapi dengan bersikap lebih lembut kepada anak. Cobalah pahami kemauan anak akan tetapi salurkan kemauannya pada hal yang positif. Ketika anak sudah nyaman dengan kita maka akan lebih percaya dengan apa yang kita perintahkan.

4. Beri Teladan
Cara terbaik dalam mendidik anak adalah memberinya contoh atau teladan. Usahakan bangun pagi, disiplin dalam hal apapun, rajin beribadah dan contoh baik lainnya agar anak bisa meniru apa yang kita contohkan.

5. Berikan Penjelasan
Setiap perintah, teguran atau nasihat kepada anak hendaknya disertai dengan penjelasan mengenai hal baik yang terkandung di dalamnya. Ketika anak diberi pengertian, anak akan cenderung mempercayai apa yang kita katakan karena anak memerlukan alasan kenapa hal ini baik dilakukan dan kenapa hal itu tidak.

Mendidik anak adalah kewajiban orang tua. Untuk itu sebaiknya anak lebih percaya kepada orang tua ketimbang anak lebih percaya orang lain.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)