Kesalahan Orangtua dalam Mendidik Anak Mandiri

10 Desember 2017 Artikel Pendidikan


Mendidik dan membina kemandirian anak merupakan tugas dan kewajiban orang tua. Karena semua orang tua pasti berharap anaknya akan menjadi anak yang mandiri, tetapi banyak hal yang menyebabkan anak tidak mandiri. Salah satunya adalah sikap orang tua yang sering memanjakan anak. Memanjakan ini terkadang dianggap sebagai wujud rasa sayang orang tua kepada anak. Namun sebenarnya memanjakan merupakan hal yang bisa mematikan kemandirian sang buah hati. Oleh karena itu agar tidak salah dalam mendidik anak mandiri dibutuhkan pengetahuan bagi para orang tua bagaimana cara mengasuh sang anak dengan cara yang benar. Banyak hal-hal sederhana yang mesti dipahami, apakah tergolong memanjakan anak atau cenderung sangat baik untuk membangun jiwa mandirinya.

Contoh hal kecil yang biasa ada dalam keseharian yaitu terlalu seringnya membantu keperluan sang anak. Misalnya ketika anak merasa lapar, hal yang biasa dilakukan orang tua yaitu menyuapi anak padahal anak sudah besar. Beberapa alasan yang sering terlintas adalah anak kan masih kecil, kalau tidak disuapi malah akan membuat nasi berantakan kemana-mana. Dan lintasan seperti inilah yang bisa muncul dalam aktivitas lainnya sehingga ada sesuatu yang mengharuskan orang tua ikut menyelesaikan persoalan anak, entah itu ketika anak meminta air minum, anak pipis, anak mandi dan hal-hal sederhana lainnya.

Campur tangan orang tua terhadap kebutuhan anak yang berlebihan malah akan membuat sang buah hati tidak bisa mandiri. Hal ini bisa terjadi karena anak tidak terbiasa untuk menghadapi masalah karena sudah diselesaikan orang tuanya.

Contoh lain kebiasaan dalam keluarga yang tidak mendidik jiwa mandiri anak yaitu mengabulkan segala permintaan putra-putri Anda. Segala fasilitas yang dibutuhkan anak dengan mudah diberikan kepadanya. Entah itu handphone, kendaraan bermotor, laptop atau komputer dan lain sebagainya. Keadaan seperti ini akan semakin mudah kita temui terhadap keluarga yang mana dua-duanya meniti karier di luar dengan alasan kebutuhan.

Karena orang tua memahami bahwa kebutuhan sandang, pangan dan papan merupakan hal penting sehingga segala kebutuhan anak harus dipenuhi. Dengan mudahnya orang tua mengabulkan kemauan anak. Orang tua beranggapan bahwa ia berkeinginan agar anaknya tidak merasakan susah seperti yang pernah dialami waktu dulu di masanya.

Sebenarnya ada banyak cara sederhana yang bisa kita terapkan dalam keluarga kita untuk melatih anak mandiri sejak usia dini.Sebagai contoh untuk menghidupkan kemandirian balita sejak dini yaitu dengan memberikan sistim reward dalam aktivitas positifnya. Hal ini tentunya akan lebih membangun jiwa kemandiriannya daripada langsung memberikan segala kebutuhan yang diperlukannya.

Beberapa contoh di atas bisa dijadikan cerminan dalam kehidupan keluarga. Hal-hal sederhana seperti inilah yang mesti di cermati orang tua, apakah termasuk pola mendidik yang membangun atau tidak. Ada sebuah pepatah bijak yang berbunyi, "Bisa karena terbiasa". Pepatah ini mengajarkan kepada kita bahwa kita bisa karena memang terbiasa, begitu juga dengan anak. Jika menginginkan anak bisa makan sendiri maka kita juga harus membiasakan anak untuk menyelesaikan kebutuhannya sendiri.

Memberikan kesempatan memilih pada anak bukan cuma mengajarkan kemandirian, tetapi juga membuat anak merasa dihargai karena boleh memilih dan dipercaya menjalankan pilihannya. Dengan terbiasa diberi pilihan, anak juga akan belajar bertanggungjawab pada pilihannya. Lambat laun, ia pun mengasah kemampuannya untuk memutuskan sesuatu dengan lebih baik.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)