Kenali 5 Orang yang Bikin Mood Anda Jadi Berantakan

1 Juni 2014 Artikel Pendidikan


Pernahkah Anda berada dalam suasana hati yang benar-benar buruk? Lalu melakukan beberapa adegan "drama", misalnya dengan, membanting pintu, atau memukul dinding dengan kepalan tangan, hanya untuk menekankan jika Anda begitu marah hingga hilang kendali.

Energi Anda sering habis untuk marah-marah tanpa sebab yang jelas? Padahal, bisa jadi ada faktor atau mungkin orang-orang tertentu yang sebenarnya tanpa disadari membuat Anda cenderung merasa kesal, frustasi dan stres.

Kenali beberapa orang yang sering menyebabkan mood jadi berantakan dan cara mengatasinya.

1. Kakak, adik, atau ipar

Hubungan dengan saudara kandung atau ipar memang cenderung naik turun. Banyak hal-hal kecil yang bisa bermuara menjadi konflik. Mulai dari pinjam meminjam barang hingga persoalan uang yang memang sangat sensitif. Kalau tidak ditangani, hal ini bisa menimbulkan gesekan yang merusak hubungan kekerabatan. Bicarakan dengan pasangan untuk mencari jalan keluar yang adil.

2. Teman yang tragis

Bukannya mau bersikap pilih-pilih teman, namun berteman dengan orang yang merasa hidupnya menyedihkan dan tragis bisa ikut mempengaruhi mood kita. Terutama kalau dia terlalu sering mengeluhkan masalahnya berulang-ulang. "Cobalah untuk mengajaknya bercanda lebih sering. Ceritakan joke, boleh juga yang sedikit berbau seks agar teman Anda itu mau mengalihkan topik pembicaraannya," kata Maslow.

3. Bos yang galak

Memiliki bos yang kaku dan tak kenal ampun memang bisa bikin dunia menjadi tak indah lagi. Apalagi jika ia terus memberi Anda tugas dan tak segan-segan menanyakan hasilnya meski sudah tengah malam. Namun jangan biarkan kehadirannya membuat semangat Anda hilang. "Terkadang sebagai bawahan kita juga perlu mengatur harapan yang dinginkan bos pada kita," kata Gil Schwarts, wakil pemimpin jaringan media CBS.

Supaya hidup Anda tidak merasa seperti "dikejar" oleh pekerjaan di si bos, Gil menyarankan agar Anda terbiasa untuk pulang kantor tepat waktu dan membatasi pekerjaan di akhir pekan. "Jangan takut dipecat. Bila selama ini hasil pekerjaan Anda buruk, tentu si bos tak akan memberi Anda setumpuk tugas," katanya.

4. Rekan kerja yang "rumpi"

Ngobrol santai dengan rekan sekerja di sela pekerjaan memang bisa jadi "obat" pengusir kantuk dan bosan. Tapi, pastikan agar hal itu tidak sampai menjadi kebiasaan atau malah mengurangi produktivitas. Apalagi kalau Anda sampai terlibat dalam pembicaraan yang bersifat gosip. Untuk mencegahnya, hindari pembicaraan yang tidak perlu atau tidak terkait dengan pekerjaan. Kembangkan komunikasi yang efektif dengan rekan kerja, atasan, dan bawahan.

5. Mertua

Sebenarnya wajar jika sebagai orangtua mereka membagikan pengalaman hidupnya pada kita. Namun, beban pekerjaan yang menyesakkan kepala sering membuat kita memandang lain masukan yang diberikan. Bukannya memetik pelajaran, kita justru menilai mereka berkesan menggurui.

Menurut Albert Maslow, Ph.D, ahli psikologi, ada banyak cara untuk membuat hubungan Anda dengan mertua menjadi manis. Sering-seringlah meluangkan waktu untuk ngobrol atau melakukan kegiatan santai bersama. "Dengan begitu Anda bisa melihat sisi lain dirinya dan memahami motivasinya," katanya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)