Kembangkan Kreatfifitas dan Daya Imajinasi Anak dengan Dongeng

29 Desember 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Kegemaran anak pada video game membuat minat anak pada dongeng menjadi semakin berkurang. Anak-anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game, namun untuk membaca buku mereka seakan terlihat kurang bersemangat. Sebagai orangtua, Anda tidak boleh tinggal diam. Bagaimana pun aktivitas mendongeng atau membaca buku dongeng sangat bermanfaat bagi perkembangan kreatifitas anak dan daya imajinasi anak.

Saya, Kak Zepe, berpendapat bahwa saat mendengarkan dongeng dari orang tuanya, anak dapat membentuk imajinasi mereka sendiri. Ia dapat membayangkan latar belakang, tokoh, penokohan, dan segala sesuatu tentang isi dongeng yang ia dengarkan. Bila orang tua tekun mendongengkan buah hatinya, maka anak akan semakin mampu untuk mengembangkan daya imanjinasi mereka. Anak juga akan terdorong untuk berpikir kreatif, karena memaksa otak bekerja untuk membayangkan hal-hal sesuai dengan dongeng yang diceritakan. Dengan semakin aktif berimajinasi dan berpikir kreatif, secara tidak langsung aktivitas ini mampu menstimulasi perkembangan otak anak. Hal ini tentu saja mampu meningkatkan kecerdasan anak.

Anak Akan Semakin Kritis

Saat seorang guru menceritakan dongeng kepada anak-anak didiknya, anak-anak didik akan menggunakan imajinasi mereka masing-masing. Imajinasi seorang anak dengan anak yang lain tentu akan berbeda. Tidak seperti saat mereka bermain video game maupun menonton film, anak-anak akan memilki persepsi yang hampir sama. Namun saat mereka mendengarkan dongeng, anak-anak akan memiliki persepsi yang berbeda. Imajinasi tentang wajah tokoh dongeng, bentuk rumah, bentuk pohon, dan bentuk lainnya, tentu berbeda antara satu siswa dengan siswa lainnya.

Belajar Sebab Akibat

Saat kita melakukan kebaikan, tentu kita akan mendapatkan sesuatu yang baik pula. Itu sudah menjadi hukum alam. Hal inilah yang dipelajari anak dalam setiap dongeng yang mereka dengarkan. Biasanya dongeng anak-anak akan mengisahkan seorang tokoh yang baik hati, dan pada akhirnya sang tokoh akan mendapatkan kebahagiaan di akhir cerita. Berbeda bila tokoh utamanya terkesan jahat di dalam sebuah dongeng, biasanya ia akan mendapatkan malapetaka di akhir cerita. Hal inilah yang dipelajari dari anak melalui suatu dongeng anak. Mereka akan belajar sebab dan akibat. Bila mereka melakukan sesuatu yang baik, tentu mereka akan mendapatkan buah yang baik. Hal ini akan memotivasi anak untuk melakukan kebaikan di kehidupan yang nyata. Maka alangkah baiknya bila orang tua memilihkan dongeng yang baik buat buah hatinya, dimana isi dongeng memperlihatkan kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh tokoh utamanya.

Mengembangkan kemampuan menyelesaikan masalah

Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman yang baru tanpa harus mengalaminya. Salah satunya adalah dengan media dongeng. Dengan berbagai macam cerita yang menarik, dimana setiap cerita memiliki keunikan sendiri-sendiri, terutama di dalam materi cerita, maka anak-anak akan semakin banyak pengalaman. Dengan makin banyaknya pengalaman yang mereka dapatkan saat mendengarkan dongeng, maka anak akan semakin kaya akan pengalaman. Dengan makin banyaknya pengalaman yang mereka dapatkan dengan membaca buku atau medengarkan dongeng, anak-anak bisa belajar untuk menjadi problem solver yang baik. Anak-anak yang menggemari dongeng, biasanya akan terlihat lebih bijak daripada mereka yang menggunakan video game (yang terlalu sering dan lama) sebagai sarana hiburang.

Menyisipkan pertanyaan dan menyediakan "reward"

Agar anak-anak fokus mendengarkan dongeng yang Anda ceritakan, alangkah lebih baik bila orang tua menyediakan beberapa pertanyaan yang nantinya diberikan kepada anak seusai mendongeng, dan bila anak berhasil menjawab pertanyaan itu maka anak akan mendapatkan semacam "reward". Hal ini akan memacu minat anak untuk lebih fokus mendengarkan dongeng. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang Anda berikan kepada anak, anak akan semakin banyak belajar, terutama kosa kata baru dan nilai-nilai moral yang terdapat di dalam dongeng. Selain itu, dengan pertanyaan yang Anda berikan, Anda akan semakin memahami tingkat konsentrasi anak dalam mendengarkan suatu cerita atau penjelasan dan seberapa besar kemampuan berimajinasi anak.

Melihat perkembangan teknologi yang begitu cepat, maka orang tua sebaiknya selalu medorong buah tainya, agar ia semakin mencintai dongeng yang kaya akan manfaat ini. Jangan sampai anak terlanjur kecanduan game, dan menjadikan game menjadi satu-satunya sarana belajar anak. Bila Anda tidak memilki waktu di waktu siang, atau sore hari, berikanlah dongeng pada anak pada malam hati saat anak hendak tidur, sebagai sarana memupuk cinta kasih mama kepada anak dan untuk menstimulasi daya imajinasi anak.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)