Kegiatan Sederhana yang Dapat Melatih Kemandirian Anak

28 September 2014 Artikel Pendidikan


Dalam proses pembentukan kemandirian anak, dukungan orang tua sangat diperlukan. Mengajarkan kemandirian kepada anak tentu tidak dapat dilakukan secara instan, Anda harus mengajarkannya sedini mungkin bahkan ketika anak masih berusia 2 atau 3 tahun. Pada usia-usia inilah apa yang Anda ajarkan akan menjadi pondasi sikap yang akan terus dibawanya hingga dewasa. Mengajarkan kemandirian kepada anak, dapat Anda mulai dengan membiasakan anak melakukan beberapa hal kecil yang bersifat sederhana dan mudah dilakukan. Apa sajakah kegiatan yang dapat melatih sikap mandiri anak?.

Berikut kebiasaan kecil yang dapat membentuk kemandirian anak

1. Meletakkan mainan pada tempatnya

Jika si kecil biasanya hanya meninggalkan mainannya begitu saja dalam keadaan yang berantakan, cobalah untuk mengajak dan mengajarinya merapikan mainannya. Untuk memudahkan melakukan hal ini, sebaiknya Anda menyediakan rak mainan atau kotak tempat mainan yang mudah dijangkau anak. Dengan demikian akan memudahkan ia untuk mengambil sekaligus mengembalikannya ke tempat semula.

2. Mengambil makan sendiri
Apabila si kecil telah memasuki usia balita, sebaiknya Anda memberi ia kesempatan untuk mengambil makanannya sendiri. Ajak ia makan bersama keluarga, kemudian contohkan kepadanya bagaimana cara mengambil nasi, lauk, serta minuman. Ajarkan setahap demi setahap hingga ia benar-benar bisa melakukannya sendiri. Untuk hal ini usahakan Anda menggunakan peralatan makan yang tidak mudah pecah dan aman untuk si kecil.

3. Menyiapkan perlengkapan sekolah
Setiap malam minta anak untuk menyiapkan tas sekolah yang akan di bawa, PR yang harus di bawa serta buku juga peralatan tulisnya. Seragam sekolah beserta baju dalam, pakaian dalam, kaos kaki hingga sepatu yang akan di pakai. Taruh di tempat yang mudah dia jangkau di pagi hari.

4. Merapikan tempat tidur
Ajarkan pada anak untuk selalu merapikan tempat tidurnya setelah ia bangun. Misalnya melipat selimut, menata rapi bantal dan guling. Tidak masalah jika memang dalam merapikannya masih belum sempurna, yang terpenting adalah anak dapat terbiasa melakukannya. Untuk masalah tingkat kerapiannya tentu akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Semakin dini usia anak untuk berlatih mandiri dalam melakukan tugas-tugas perkembangannya, diharapkan nilai-nilai serta ketrampilan mandiri akan lebih mudah dikuasai dan dapat tertanam kuat dalam diri anak. Untuk menjadi pribadi mandiri, memang diperlukan suatu proses atau usaha yang dimulai dari melakukan tugas-tugas yang sederhana sampai akhirnya dapat menguasai ketrampilan-ketrampilan yang lebih kompleks atau lebih menantang, yang membutuhkan tingkat penguasaan motorik dan mental yang lebih tinggi. Dalam proses untuk membantu anak menjadi pribadi mandiri itulah diperlukan sikap bijaksana orangtua atau lingkungan agar anak dapat terus termotivasi dalam meningkatkan kemandiriannya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)