Kebiasaan Orangtua Seperti Ini, Bisa Buat Anak Stres

14 Maret 2019 Artikel Pendidikan


Anak-anak belajar segala sesuatu, perasaan tentang tubuh, kemampuan-kemampuan mereka dan yang lainnya dari apa yang dikatakan atau dilakukan orangtua. Mereka berkemungkinan meniru tindakan-tindakan, kebiasaan-kebiasaan orangtua mereka. Banyak orangtua tidak menyadari bahwa anak-anak pun bisa mengalami stres. Hanya saja, mereka akan menggambarkannya secara berbeda dibanding orang dewasa. Tuntutan, perbandingan dan banyak hal lainnya yang menjadi penyebab orangtua stres, bisa dialami juga oleh anak dengan kasus yang sama. Tapi tahukah Anda bahwa bukan hanya kebiasaan buruk orangtua saja yang bisa menyebabkan anak stres. Tapi juga kebiasaan baiknya seperti ini:

Anak laki-laki dilarang menangis

Selama ini, beban dan tekanan banyak dilimpahkan pada seorang anak laki-laki. Bahwa mereka tidak boleh memperlihatkan kelemahannya dengan menangis, karena laki-laki identik dengan makhluk kuat dan tangguh. Cara ini biasa dilakukan orangtua sebagai pemotivasi anak agar tidak cengeng. Padahal, larangan untuk menangis akan dicerna otak anak secara berbeda. Mereka malah menggambarkan larangan tersebut sebagai suatu perintah yang membuatnya stres. Lagipula, menangis sebenarnya sah saja dilakukan perempuan atau laki-laki untuk mengeluarkan perasaannya. Hanya saja, perlu dibatasi mengenai frekuensi tangisannya.

Memuji

Selama ini pujian terhadap anak dipercaya dapat membangkitkan rasa percaya dirinya. Namun sebaliknya, ternyata memuji anak justru membuatnya tertekan dan jadi menghindari tantangan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal psikologi menyatakan bahwa pujian yang diberikan pada anak, apalagi yang termasuk bertipe pemalu, akan membuat mereka berpikir untuk harus melakukan sesuatu dengan sangat baik. Karena mereka menganggap pujian tersebut sebagai tuntutan sekaligus penetapan standar tinggi. Akibatnya, anak mengalami kecemasan serta stres yang membuatnya takut mengambil setiap tantangan.

Memaksa anak mengerti keadaan

Memberi pengertian pada anak dan meminta anak untuk mengerti adalah dua hal yang jauh berbeda. Mendidik anak yang baik adalah dengan memberinya penjelasan serta membuat mereka mengerti sendiri pada keadaan. Mengenai caranya, orangtua tidak perlu meminta dan terkesan memaksa. Misalnya saja orangtua yang meminta pengertian anaknya untuk tidak mengganggu ketika orangtuanya sedang bekerja. Namun bukannya mengerti, anak lagi-lagi akan merasa tertuntut dan terbebani sehingga merasa stres. Karena dia takut mengecewakan orangtuanya, dan takut menerima konsekuensi dari perlakuannya yang salah.

Jadi, Anda perlu lebih baik lagi dalam mengelola setiap kebiasaan di hadapan anak. Karena sekali pun kebiasaan yang dilakukan itu memang baik, namun dampak dan efeknya belum tentu juga baik bagi anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)