Kategori Siswa di Sekolah yang Perlu Diketahui

21 September 2018 Artikel Pendidikan


Setiap siswa yang berangkat ke sekolah tentu memiliki tujuan utama, yaitu untuk belajar dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Namun demikian, tidak semua siswa memiliki tujuan seperti itu. Terkadang ada beberapa anak yang berangkat ke sekolah hanya bertujuan untuk bermain. Memang sungguh miris dan hal ini pun sudah bukan sesuatu yang aneh lagi buat para pendidik, coba Anda lihat realita yang ada pada saat Anda berada di sekolah. Banyak siswa yang duduk-duduk di depan kelas, dan bahkan banyak juga yang main-main. Berbeda saat berada di kelas, jangankan menatap buku pelajaran, dipegang saja tidak. Sebagai pendidik Anda mungkin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja.

Dan berikut ini kategori siswa di sekolah yang perlu Anda ketahui:
1. Tidak punya pekerjaan

Ada siswa yang tidak punya pekerjaan? Ya, karena ada beberapa siswa yang ke sekolahnya hanya untuk absen, duduk, melamun dan tidak melakukan sedikitpun usaha untuk belajar. Ketika guru sedang menerangkan pun siswa bertipe seperti ini hanya melihat kedepan tanpa tatapan yang jelas, seolah-olah memperhatikan. Tetapi, ketika ditanya tentang materi yaang dijelaskan, dia tidak bisa menjawab.

2. Mempunyai tujuan
Untuk yang satu ini nampak lebih baik dari pada tipe pertama. Padahal bisa jadi tipe ini lebih miris dari kategori pertama. Hal ini tergantung dari niat si siswa itu sendiri, apakah untuk sesuatu yang positif atau yang negatif? Bagus jika tujuannya untuk belajar. Tapi jelek jika tujuannya untuk bermain, berpacaran dan lain sebagainya. Siswa yang seperti ini harus diarahkan.

3. Siswa yang cerdas
Siswa yang cerdas adalah mereka yang pergi ke sekolah dengan tujuan belajar. Tidak ada sedikitpun dibenaknya untuk melakukan sesuatu yang negatif. Siswa seperti ini memiliki niat tulus untuk mendapatkan ilmu. Bagi Anda para guru, untuk melihat siswa bertipe seperti ini, Anda bisa melihat perilakunya di kelas, biasanya dia cenderung perhatian dan selalu mengerjakan instruksi-instruksi dari gurunya.

Pada dasarnya siswa memang memiliki sifat dan prilaku yang berbeda - beda. Yang bisa Anda lakukan sebagai guru adalah memberikan sesuatu yang positif bagi mereka dengan cara mengajari mereka dan memberikan contoh terbaik.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)