Kapan Waktu yang Tepat Mengajarkan Sikap Sopan Santun kepada Anak?

18 Juni 2016 Artikel Pendidikan


Memiliki anak yang sopan dan patuh pastinya dambaan setiap orang tua. Berbicara santun, bertingkah laku hormat kepada orang yang lebih tua merupakan salah satu sikap atau akhlak yang baik.

Namun, bagaimana jika si kecil justru bersikap berlawanan? Masuk ke dalam rumah tanpa salam, tidak hormat ke pada orang yang lebih tua atau bahkan berbicara kasar. Namun, jika kita peringatkan, si kecil justru salah paham dan mengira marah terhadapnya. Pertanyaannya, kapan sih sebenarnya kita harus mengajarkan sopan santun kepada anak?.

Sebelum anak berusia lima tahun, sopan santun sebenarnya sudah bisa diajarkan kepada si kecil. Contoh yang paling sederhana adalah bermula dari keluarga. Misalnya dengan momen makan malam. Beritahu si kecil bahwa tidak boleh berbicara saat sedang mengunyah makanan. Berdoa sebelum makan.

Memberi anak pengertian bahwa bersikap tidak sopan hanya akan mendatangkan masalah bagi orang lain, membuat orang-orang di sekitar tidak senang adalah salah satu cara yang bisa terapkan untuk mengajarkan konsep bersikap sopan.

Beberapa anak mungkin sering salah mengartikan bahwa bersikap sopan identik dengan penakut. Namun, bila disampaikan dengan baik, justru akan membuat anak jadi lebih dihargai. Tanamkan juga pada si kecil untuk bersikap sopan bukan hanya di rumah dan hadirnya orang tua saja, melainkan harus diterapkan di mana dan kapan saja. Hal ini tak terlepas dari peran orang tua dalam mendidik si kecil. Kesabaran dan ketekunan orang tua kan menjadi kunci sukses membentuk anak yang sopan.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)