Jenis, Manfaat, dan Contoh Permainan Anak PAUD

22 Juli 2016 Artikel Pendidikan   |    Kak Zepe


Anak-anak usia dini memiliki energi yang sangat banyak. Ia mampu berlari dan berbicara dalam jangka waktu yang lebih lama daripada orang dewasa. Itulah sebabnya anak-anak usia dini gemar bermain. Selain untuk menghabiskan energi mereka, mereka pun bisa meluapkan emosi mereka. Mereka memiliki naluri untuk belajar demi memuaskan rasa ingin tahu mereka. Apa manfaat bermain bagi anak-anak usia dini?

1. Permainan Motorik

Permainan ini bermanfaat dalam menguatkan otot-otot mereka, sehingga mereka semakin fasih dalam melakukan segala aktivitas mereka dan agar mendapatkan kondisi fisik yang semakin baik. Permainan ini dibagi menjadi 2, yaitu permainan motorik kasar dan permainan motorik halus.

a. Permainan motorik kasar

Contoh dari permainan ini adalah bermain sepak bola, bermain basket, kejar-kejaran, bermain lompat tali, dan lainnya.

b. Permainan motorik halus

Contoh dari permainan ini adalah menggambar, mewarnai, mengambil biji dengan sumpit, bermain play-dough, dan lainnya.

2. Permainan Kognitif

Permainan ini bermanfaat untuk melatih kemampuan anak, sehingga perkembangan otak atau kecerdasan anak bisa berkembang secara maksimal. Biasanya permainan-permainan ini dikategorikan menjadi beberapa tema, misanya tema alam, tema tumbuhan, tema hewan, tema diri sendiri, dan lainnya. Contoh dari permainan ini adalah permainan pengenalan huruf dan angka, permainan pengenalan kosa kata baru, dan lainnya. Media permainan yang digunakan pada zaman sekarang ada bermacam-macam, bisa menggunakan media lembar kerja, media kartu belajar, media gadget, dan lainnya.

3. Permainan Sosial atau Inter-Personal

Permainan ini biasanya dimainkan secara berkelompok atau berpartner, sehingga memungkinkan anak-anak untuk terlibat aktif bersama orang lain. Contoh dari permainan ini adalah permainan petak umpet, gobagsodor (go-back-to-dor), kasti, dan lainnya.

4. Permainan Berkarakter

Permainan ini dilakukan untuk melatih aspek emosional anak, agar anak-anak tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia dan menumbuhkan sifat empati kepada sesama dan semua ciptaan Tuhan. Hampir setiap permainan yang dilakukan oleh anak-anak usia memiliki pesan moral yang baik. Sehingga permainan berkarakter lebih flesksibel dan bahkan bisa diajarkan di setiap materi pelajaran. Misalnya setelah bermain playdough, anak-anak harus mencuci tangannya dan menjelaskan manfaat cuci tangan. Setelah bermain kasti kita bisa menjelaskan kepada anak-anak didik tentang manfaat mematuhi aturan bermain kasti. Permainan yang paling efektif dalam mengajarkan pendidikan karakter adalah bermain peran (drama). Dengan permainan ini anak-anak bisa belajar tentang cara berbicara yang sopan, bertingkah laku yang sesuai dengan tata krama, dan memperagakan hal-hal yang baik lainnya.

Salah satu syarat utama agar seorang pendidik disukai oleh anak-anak didiknya adalah menguasai banyak permainan. Coba saja, kita katakan kepada anak-anak didik kita, "Hari ini kita akan melakukan permainan baru! Siapa mau ikut?" Pasti mereka akan menjawab "Saya mau!" dengan penuh semangat. Semakin banyak permainan yang dikuasai oleh seorang pendidik PAUD, maka pilihan permainan yang bisa digunakan sebagai media pengajaran pun akan menjadi semakin beragam, maka ilmu dan ketrampilan yang akan didapatkan oleh anak-anak didik pun akan semakin beragam pula.

(Penulis adalah Praktisi Pendidikan dan Pencipta Lagu Anak dalam aplikasi gratis" Lagu Anak Kak Zepe Vol 1 dan 2)