Jauhkan Balita Anda dari Televisi

10 Mei 2010 Artikel Pendidikan


Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari Universit de Montral, the Sainte-Justine University Hospital Research Center dan the University of Michigan, menyebutkan apapun acara televisi yang ditonton anak-anak pada usia dua hingga empat tahun akan berdampak buruk bagi mereka.

Pengaruh negatif itu dapat dilihat dari kebiasaan dan tingkat intelegensinya. Menurut Dr. Linda S. Pagani, seorang ahli psikologi sosial pada Universit de Montral dan peneliti di Sainte-Justine University Hospital Research Center, setiap waktu yang digunakan anak-anak untuk menonton televisi dapat menurunkan konsentrasi belajar di kelas, menjadi korban bullying teman-temannya, memiliki pola atau gaya hidup yang statis, tingginya konsumsi junk food atau makanan cepat saji dan tentunya memiliki berat badan yang besar.

Jadi pengaruhnya mulai dari buruknya penyesuaian diri di sekolah hingga menimbulkan kebiasaan yang tidak sehat, kata Pagani.

Dia menjelaskan, penelitian ini melibatkan 1.314 anak, orang tua, dan guru mereka di sekolah. Setiap orang tua mengisi data mengenai seberapa sering anak mereka, khsusnya yang berusia dua hingga empat tahun, menonton televisi, sementara para guru mengisi data tentang hasil evaluasi kegiatan belajar mengajar dan adaptasi anak-anak itu di sekolah. Tak lupa penelitian ini juga memperhatikan indeks kesehatan tubuh anak, misalnya penambahan atau penurunan berat badan.

Menurut Pagani, pada usia dua hingga empat tahun adalah masa-masa kritis pertumbuhan otak dan pembentukan sifat-sifat dasar anak. Kebanyakan menonton televisi pada usia ini dapat menimbulkan dampak negatif, katanya.

Meskipun American Academy of Pediatrics membolehkan anak-anak menonton televisi selama dua jam setiap hari, Pagani menyarankan para orang tua untuk mengajak anak-anak mereka melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti belajar, bermain dan mengembangkan kemampuan motorik. Televisi memang harus dijauhkan dari anak-anak untuk mencegah kebiasaan buruk dan berkurangnya kulitas anak, katanya.

Beberapa dampak menonton televisi pada anak-anak usia dua hingga empat tahun antara lain berkurang konsentrasi belajar di kelas, kurang mampu memecahkan persoalan matematika, meningkatan intimidasi dari teman-temannya seperti diejek dan diserang temannya, kurang melakukan aktivitas di akhir pekan, tingkat mengkonsumsi soft drink atau minuman bersoda yang tinggi, suka ngemil atau makan makanan kecil. (Rini K)

Sumber: Sciencedaily (tempointeraktif.com)