Jadikan Gadget sebagai Sarana Belajar untuk Anak

10 Juli 2018 Artikel Pendidikan


Saat ini, gadget telah menjadi suatu hal yang umum di masyarakat. Bahkan, ada pula yang beranggapan bahwa barang-barang tersebut telah menjadi salah satu kebutuhan yang memang perlu dipenuhi. Kemunculan smartphone, tablet serta gadget lain memang tergolong suatu gebrakan luar biasa karena itu semakin mempermudah hidup seseorang, baik itu dalam hal pekerjaan atau sekedar mencari hiburan. Karena semakin populernya gadget ini, anak-anak pun mulai menggunakan gadget tersebut.

Banyak orangtua mengira gadget hanya memberikan efek negatif pada perkembangan anak, seperti dapat merusak otak atau anak menjadi antisosial. Tapi, apakah gadget selalu memberikan dampak negatif ? Apabila anda memberikan gadget dengan menerapkan aturan main, gadget bisa berubah fungsi menjadi sarana belajar praktis untuk anak. Berbagai fitur gadget bisa membantu anak belajar hal positif dan lebih interaktif. Misalnya, layar sentuh pada gadget memiliki potensi edukasi bagi anak. Anak-anak yang berinteraksi dengan layar dapat belajar lebih cepat dan membuat lebih sedikit kesalahan.

Temani dan tetap mengontrol si anak saat bermain gadget. Lama-lama anak akan terbiasa dengan peraturan yang diterapkan. Anak usia di bawah 5 tahun, harus diperhatikan durasi pemakaiannya, misalnya boleh bermain tapi hanya setengah jam dan hanya pada saat senggang. Contohnya, kenalkan gadget seminggu sekali, misalnya hari Sabtu atau Minggu. Lewat dari itu, ia harus tetap berinteraksi dengan orang lain. Aplikasi yang boleh dibuka pun sebaiknya aplikasi yang lebih ke fitur pengenalan warna, bentuk, dan suara. Tentunya, orang tua harus tetap mendampingi karena justru di usia di bawah 5 tahun, peran orangtua lebih dominan.

Fungsi orangtua adalah menjelaskan dan membantu anak mengaitkan antara apa yang ada di gadget dengan apa yang ia lihat di dunia nyata. Orangtua juga sebaiknya mengenalkan gadget pada anak mulai usia 4-5 tahun. Di bawah usia itu sebaiknya jangan. Pasalnya, di usia ini, neuron saraf seorang anak sedang berkembang dan fungsi radiasi di gadget bisa sedikit menghambat pertumbuhan neoron tersebut.

Sejalan pertambahan usia, ketika anak masuk usia pra remaja, orangtua bisa memberi kebebasan yang lebih, karena anak usia ini juga perlu gadget untuk fungsi jaringan sosial mereka. Di atas usia 5 tahun (mulai 6 tahun sampai usia 10 tahun) misalnya, orangtua bisa memperbanyak waktu anak bergaul dengan gadget .

Di usia ini, anak sudah harus menggali informasi dari lingkungan. Jadi, bolehlah kalau tadinya cuma seminggu sekali selama setengah jam dengan supervisi dari orangtua, kini setiap Sabtu dan Minggu selama dua jam. Boleh main games atau browsing mencari informasi. Intinya, kalau orang tua sudah menerapkan kedisiplinan sedari awal, maka di usia pra remaja, anak akan bisa menggunakan gadget secara bertanggungjawab dan tidak kecanduan gadget .

Anda tidak bisa seratus persen menyalahkan teknologi. Teknologi semakin berkembang, anda juga harus pandai memanfaatkannya. Perkembangan teknologi ini juga dapat menguntungkan anak. Misalnya dengan bermain game akan mengasah otak anak untuk memunculkan strategi.

Penggunaan gadget akan sangat efektif bila digunakan oleh orang yang membutuhkan dan menguasai fungsi gadget tersebut seperti apa. Jangan lupakan bahwa anda bertindak sebagai model dari apa yang anak lihat. Perilaku orangtua dalam menggunakan gadget menjadi contoh bagi anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)