Inilah Teladan yang Harus Diajarkan pada Anak

28 Maret 2016 Artikel Pendidikan


Sebagai orang tua pasti ingin melihat anaknya tumbuh menjadi anak yang membanggakan, dari segi pendidikan atau dari perilakunya. Pribadi anak adalah cerminan dari orang tuanya itu sendiri, bila orang tua sering berbuat kebaikan maka anak akan menirunya. Anda sebagai orang tua juga perlu berhati-hati dalam memberi arahan kepada anak. Ada beberapa hal yang harus Anda teladankan kepada anak, yaitu;

Kejujuran
Kejujuran sangat penting dalam semua hal hubungan. Termasuk dalam suatu keluarga. Karena untuk menjadi keluarga yang sehat harus ada kejujuran. Tapi sekarang ini banyak orang yang menyepelekan kejujuran. Orang tua juga sering lupa untuk memberikan sikap jujur pada anak. Akibatnya anak ikut terpengaruh, mereka menerapkannya dalam tindakan mereka.

Sikap tekun
Ajarkan anak Anda untuk belajar sesuatu yang baru. Ajarkan pada sang anak untuk tidak menyerah dan bisa menekuni hal tersebut. Tunjukkan pada mereka bahwa anak Anda memiliki semangat, tidak pantang menyerah, dan mengeluh.

Tanggung Jawab
Ajarkan pada anak Anda untuk bertanggung jawab dalam perkataannya. Demikian juga Anda sebagai orang tua. Bila Anda berjanji sesuatu pada anak maka tepatilah janji itu. Dengan contoh tersebut, Anda juga mengajarkan kepada anak untuk menetapi janji mereka dan caranya untuk bertanggung jawab. Ajarkan juga jika Anda tidak bisa bertanggung jawab mengenai perkataan, salah satunya dengan meminta maaf dan berjanji tidak mengulanginya.

Beribadah
Hal ini adalah faktor penting sebagai pondasi Anda khususnya orang tua. Sebelum memberi contoh kepada anak dalam hal ini, Anda juga harus menekuninya terlebih dulu. Bagaimana sikap Anda dengan Sang Pencipta, bagaimana Anda beribadah dan menjalankannya? Selalu jadikan Tuhan sebagai teladan Anda. Jika mau melihat anak Anda takut akan Tuhan, anak yang mengasihi orang tuanya, menghormati orang tuanya, berikan contoh-contoh yang tepat. Bagi anak orang tualah teladannya.

Melayani
Ajarkan sikap saling melayani, tolong-menolong kepadanya. Bagaimana bersikap dan berinteraksi dengan keluarga atau orang yang lebih tua. Contohnya, ajarkan anak mandiri jangan terlalu bergantung kepada orang tuanya . Selain itu, dengan menghargai serta melayani orang yang tidak mampu atau tidak beruntung. Seperti memberi sumbangan bantuan kepada anak-anak di panti asuhan, atau dimanapun. Dengan begitu, anak akan memahami dan tidak membeda-bedakan orang lain.

Sebuah kebiasan yang dilakukan terus menerus akan menjadi kebiasaan yang susah untuk dihilangkan. Jika yang dilakukan adalah kebiasaan baik maka anak akan memiliki kebiasaan yang baik dan sebaliknya. Semuanya tergantung dengan apa yang Anda tanamkan sejak anak masih kecil.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)