Inilah Indahnya Dunia Anak Tanpa Gadget

9 Juli 2016 Artikel Pendidikan


Dunia anak sejatinya merupakan wahana dalam mengenal dan memahami bagaimana aturan yang berlaku dalam dunia ini. Dunia anak adalah dunia bermain. Di dalam permainan anak akan belajar banyak hal didalamnya. Baik itu permainan yang dilakukan dengan cara berkelompok maupun permainan yang dilakukan secara perorangan. Permainan memberikan hiburan dan kompetisi. Hiburan meskipun kalah atau menang tetap bisa bergembira. Kompetisi dalam permainan ada pula persaingan yang dilakukan, bersaing untuk menjadi yang terkuat.

Nilai positif yang bisa dipetik dalam sebuah permainan menjadikan anak sebagai pribadi yang mengerti bahwa dalam komunitas ada peraturan, perjuangan dan kerja keras untuk mencapai hasil. Bila melanggar dari aturan dalam permainan tersebut maka anak itu akan dinilai melakukan sebuah kecurangan dari rekan sepermainannya. Dalam bermain anak akan memperoleh pengalaman bagaimana bekerjasama dalam mencapai sebuah kemenangan. Hal ini dapat ditemukan dalam berbagai jenis permainan tradisional.


Dengan permainan tradisional ini, anak akan memulai memahami bagaimana saling bekerjasama. Nilai positif tersebut tidak mungkin akan anak temukan dalam permainan online yang banyak beredar di masyarakat. Contohnya permainan kasti, kini sudah mulai jarang dimainkan oleh anak-anak. Permainan berkelompok ini disamping melatih kekompakan secara tidak langsung anak sudah berolahraga sehingga ketahanan fisik anak dapat terjaga. Sungguh ironi saat ini beberapa permainan tradisional mulai ditinggalkan.

Kini banyak permainan digital yang lebih sering dimainkan oleh anak. Mereka seperti terpaku disatu tempat tanpa bisa mengenal dunianya lebih dalam lagi. Tidak seperti permainan petak umpet. Permainan yang langsung bersentuhan dengan lingkungan dan lebih membuat suasana keakraban pada anak. Permainan digital dengan game online hanya akan menjauhkan mereka dari lingkungannya. Anak lebih senang untuk menyendiri dan asik dengan kegiatannya sendiri. Anak seperti ini akan tumbuh menjadi pribadi yang egois dan kurang mampu untuk bersosialisasi. Tentu bukan sikap yang demikian yang diharapkan tumbuh pada anak kita bukan? Lalu sekarang ini kenapa para orang tua lebih bangga melihat anak mereka membawa gadget dan dapat memainkannya.

Marilah membiasakan diri mengajak anak kita untuk mengenal lingkungan. Ajarkanlah mereka permainan yang ada mainkan pada waktu kecil. Hal-hal yang baru yang belum pernah mereka lakukan pasti akan menjadi sesuatu yang baru bagi mereka, dan pastinya mereka akan mau untuk melakukannya. Semoga para orang tua menyadari hal ini.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)