Inilah Cara Melatih Disiplin Siswa Mengerjakan Tugas Piket

9 Agustus 2016 Artikel Pendidikan


Piket merupakan sebuah tugas yang harus dikerjakan oleh seseorang maupun kelompok dalam suatu ruang lingkup komunitas. Tujuan diberikannya piket sangat beragam. Piket diberikan sebagai bentuk kewajiban yang harus dikerjakan oleh individu atau dalam komunitas itu sendiri. Piket juga merupakan sebuah bentuk pembelajaran kedisiplinan. Di sekolah dasar tugas piket merupakan tugas yang harus dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Mulai dari guru hingga siswa. Pemberian tugas piket pada siswa di sekolah dasar merupakan sebuah pembelajaran kepada anak akan arti kewajiban dan kedisiplinan. Dengan diberikannya tugas piket di sekolah maka siswa akan mampu melatih dirinya untuk belajar bekerja sama.

Berikut cara melatih siswa agar disiplin dalam mengerjakan tugas piket:
1. Berikan contoh

Sebelum membagikan tugas piket kepada siswa, maka terlebih dahulu Anda harus memberikan pemahaman melalui contoh kepada siswa tentang bagaimana sikap seorang siswa di dalam mengerjakan tugas piket. Melalui pemberian contoh, maka diharapkan anak akan terpengaruh untuk menjadi seorang petugas yang akan mengerjakan tugas yang diperoleh dengan baik.

2. Berikan penghargaan
Siswa akan mengerjakan tugas piket setiap pagi. Misalnya petugas piket membersihkan ruang kelas. Bila siswa sudah selesai mengerjakan tugas , maka guru harus sesegera mugkin memberikan penghargaan kepada siswa tersebut. Jangan sekali Anda menilai buruk tugas mereka. Gunakan bahasa yang tepat bila Anda rasa hasil pekerjaan mereka belum maksimal. Dengan begitu mereka tidak akan kecewa dan patah semangat. Penghargaan yang bisa Anda berikan atas kinerja siswa anda dalam mengerjakan tugas piket bisa dengan senyuman, gerak anggota tubuh, misalnya dengan mengacungkan jempol, ketika mereka bekerja, atau dengan memberikan penjelasan bahwa mereka adalah kelompok piket yang luar bisa hebat sehingga bisa mengerjakan tugas dengan baik.

3. Bagikan tugas secara merata
Menjadi tugas piket jangan hanya menjadi piket membersihkan kelas. Anda sebagai guru tentu tahu bahwa lingkungan sekolah tidak hanya sebatas ruang kelas saja. Maka dari itu, Anda harus memberikan tugas lain lagi sehingga siswa akan mampu bertanggung jawab atas tugas yang diperolehnya. Misalnya, tugas piket anak terdiri dari; memberihkan ruang kelas, kamar mandi sekolah, depan dan belakang kelas, kantor guru, dan ruang kepala sekolah. Nah, dengan adanya beberapa ruangan dan tempat yang harus dibersihkan siswa, maka guru jangan menugaskan satu kelompok untuk membersihkan tempat tertentu. Bagilah mereka menjadi beberapa kelompok, kemudian mengerjakan tugas piket secara roling. Bergantian setiap hari di masing-masing tempat atau ruangan yang harus dibersihkan.

Jadi guru bukan berarti Anda harus menyuruh anak untuk membersihkan sekolah tetapi lebih kepada mengajak siswa untuk mengerjakannya, sehingga akan tumbuh kesadaran bahwa apa yang ada di sekolah adalah tanggung jawab bersama.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)