Inilah 8 Hal yang Bisa Diputuskan Sendiri oleh Anak

8 Oktober 2014 Artikel Pendidikan


Sadar ataupun tidak, segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan kita merupakan buah dari keputusan kita di masa lalu. Besar ataupun kecil tentang keputusan yang dibuat, akan mempengaruhi kehidupan di masa datang. Jadi mengambil keputusan yang tepat sangatlah penting dan sekaligus sulit untuk dilakukan.

Bagaimanapun keputusan yang kita buat akan diukur ketepatannya untuk tujuan hidup di masa datang. Maka dari itu sangat penting sekali suatu keputusan itu di tanamkan sejak dini terutama pada anak-anak. Kini saatnya memberikan hak suara kepada si kecil. Inilah 8 hal yang bisa diputuskan sendiri oleh anak.

1. Teman

Jangan biarkan anak suka pilah-pilih teman. Namun, biarkan dia memilih teman dekat dalam lingkungan bermainnya. Tentu tidak semua teman dapat dikatakan sebagai teman dekat. Maka, ini saatnya dia memilih bermain dengan teman yang membuatnya nyaman. Tapi jangan lupa untuk terus memperhatikannya, jangan sampai dia bergaul dengan teman permainan yang salah dan malah membawa dampak negatif bagi dirinya.

2. Olahraga

Bergabung dalam salah satu kegiatan olahraga di sekolah akan menjadi kesempatan si kecil untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Mungkin tidak semua anak menyukai sepak bola atau basket, maka biarkan anak memilih sendiri olahraga kegemarannya. Atau bisa jadi, anak malah tidak tertarik dengan olahraga, namun lebih suka dengan bidang seni. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Biarkan dia mengikuti kegiatan yang menarik minatnya.

3. Dekorasi Kamar

Kamar tidur adalah salah satu wilayah pribadi si anak. Maka, sebaiknya Anda juga mau mendengarkan pendapatnya ketika ingin menata kamar tidur tersebut. Seiring bertambahnya umur dan pengetahuannya, tentu si kecil sudah memiliki keinginan sendiri. Mulailah dari pilihan yang sederhana saja, seperti biarkan dia memilih warna cat dinding, tata letak tempat tidur, meja belajar atau wallpaper bergambar tokoh kartun favoritnya. Suatu saat dia pasti akan sangat menghargai kesempatan berbicara ini.

4. Nama Panggilan

Meski dari kecil dia sudah terbiasa dengan nama panggilan yang diberikan oleh ayah dan ibu, tapi dengan bertambahnya umur, tentu si kecil memiliki keinginan untuk dipanggil dengan nama panggilannya. Terkadang hal ini juga dipengaruhi oleh lingkungannya. Jika si kecil ingin mengubah nama panggilannya sebaiknya diberi kesempatan.

5. Dongeng Malam Hari

Jika si kecil menyukai dongeng yang dibacakan menjelang tidur malam, maka ini saatnya bagimu untuk memberikan beberapa pilihan judul cerita setiap malamnya. Dengan membiarkan dia memilih, tentu dia akan lebih tertarik lagi untuk mendengarkan. Membuatnya senang dan merasa didengarkan pendapatnya sebelum tidur tentu akan membuat dia merasa semakin dihargai.

6. Pilihan Hadiah

Dalam kesehariannya dengan lingkungan pasti ada saja situasi yang mengharuskan si kecil membelikan kado baik kepada teman, saudara atau bahkan orangtuanya. Ini akan jadi kesempatan yang paling ditunggunya saat memberi kesempatan kepadanya untuk memilih kado yang menurutnya paling pas untuk orang tersebut. Tapi jangan lupa diarahkan agar tidak melewati batas karena tentu dia belum mengerti soal harga.

7. Makanan

Jangan heran jika si kecil membenci sayuran atau mungkin buah-buahan yang sudah kamu siapkan setiap harinya. Padahal, sayur dan buah merupakan makanan yang sangat baik untuk dirinya. Biarkan dia memilih makanan yang ingin dimakannya, namun jangan biarkan anak tidak mengonsumsi buah dan sayur sama sekali. Perkenalkan dia dengan beragam sayur dan buah dalam beragam olahan yang memiliki cita rasa yang berbeda. Semakin banyak pilihan akan semakin mudah baginya untuk menentukan.

8. Pekerjaan di Masa Datang

Semua anak kecil pasti memiliki cita-cita. Meski kadang itu berbeda dengan harapan orang tua. Namun, jangan pernah membatasi cita-citanya. Biarkan dia memiliki suara dalam menentukan cita-citanya kelak. Terkadang saat ia masih kecil imajinasinya terlalu tinggi, misal ingin menjadi astronot, biarkan saja. Pada saat besar nanti dia akan semakin mengerti pekerjaan yang paling diinginkannya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari berbagai sumber)