Ini Strategi Menjalin Komunikasi dengan Guru Si Anak

28 September 2015 Artikel Pendidikan


Selain orangtua, sekolah juga berperan penting dalam membesarkan dan mensosialisasikan anak. Diperlukan jalinan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua untuk meningkatkan hubungan positif antara guru dan siswa. Sikap orang tua dan guru yang sama terhadap pembelajaran anak akan memberikan teladan yang baik bagi anak. Orang tua dan guru perlu selalu mengkomunikasikan sikap dan reaksi anak sehingga anak akan merasa di dukung dan bisa menunjukkan reaksi yang jelas, terdorong untuk meningkatkan kemampuan, bertanggung jawab, merasa aman dan senang, dewasa dan mandiri.

Menjalin komunikasi yang baik dengan guru anak di sekolah, akan memberi dampak positif pada keberhasilan si kecil. Anak-anak cenderung lebih mempercayai guru yang juga disukai orang tuanya. Memang tidak semudah membalik telapak tangan, karena faktanya ada beberapa guru yang memuji si kecil, ada pula yang kurang memahami karakternya sehingga membuat orang tua merasa kurang menyukai guru yang bersangkutan. Apapun situasinya, Anda tetap disarankan untuk menjalin komunikasi yang sehat dengan guru si kecil demi mengetahui perkembangan sosial dan pencapaiannya di sekolah. Karena, lingkungan sekolah dan keluarga sama-sama berperan penting bagi kehidupan anak.

Nah, berikut strategi yang bisa dilakukan untuk membangun hubungan positif dengan guru si anak:
1. Biarkan anak bersahabat dengan gurunya

Untuk anak-anak di usia dini, kedekatan dengan guru favorit (setelah kedekatan dengan orang tua tentunya) bisa sangat mempengaruhi dunia masa kecilnya. Orang tua bisa bertukar informasi dengan guru favorit si kecil ini untuk mengetahui perkembangan belajarnya.

2. Berpartisipasi dalam kegiatan sekolah
Jadilah orang tua yang cukup aktif mengikuti pertemuan di sekolah. Ini merupakan kesempatan Anda untuk mengenal lebih jauh lingkungan tempat si kecil belajar. Bahkan mungkin Anda bisa saling berbagi dengan beberapa orang tua teman si kecil. Terutama jika Anda tidak menemani atau menunggu si kecil di sekolah, Anda bisa menggali banyak informasi tentang sekolah dari orang tua lainnya. Dan sesekali luangkan waktu untuk menemani si kecil melakukan kegiatan-kegiatan di luar sekolah, misalnya outbound atau field trip.

3. Berbagi informasi
Berbagilah informasi tentang anak yang mungkin dapat membantu gurunya untuk lebih memahami karakter dan perilaku anak Anda. Tidak perlu terlalu detil menceritakan masalah keluarga jika memang ada, cukup sampaikan hal-hal umum tapi penting untuk diketahui guru agar tidak menyinggung perasaan si kecil. Kalau si kecil tergolong sangat aktif, Anda bisa berbagi dengan guru untuk menemukan solusi yang tepat menangani perilaku si kecil. Diskusikan dengan baik serta tanyakan juga apa yang bisa Anda bantu untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan si kecil di sekolah.

4. Stop memuji anak secara berlebihan
Orang tua mana yang tidak bangga kalau anaknya pintar? Tetapi Anda tidak perlu menceritakan kehebatan atau kelebihan si kecil pada gurunya, karena ini bisa jadi akan membuat guru merasa kurang percaya diri. Cukup sampaikan dengan sederhana ketika guru menanyakan hobi atau kegiatan si kecil di rumah.

Jadi, bila kerja sama antara guru dan orang tua sudah terjalin bagus akan memberikan kemudahan untuk mencari solusi dan menyamakan langkah dalam membimbing anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)