Ini Prosedur Seorang Guru dalam Proses Belajar Mengajar

23 Mei 2017 Artikel Pendidikan


Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama proses pendidikan di sekolah. Proses ini berlangsung dalam jadwal tertentu yang telah disusun oleh pihak sekolah. Selain itu kegiatan PBM (proses belajar mengajar) juga memiliki prosedur tertentu. Prosedur ini disusun dan dijalankan oleh guru sehingga guru dikatakan sebagai operator kurikulum pendidikan di sekolah. Sebagai operator kurikulum, guru mempunyai prosedur kegiatan yang dilaksanakan sescara sistematis.

Berikut ini prosedur utama kegiatan guru dalam belajar mengajar:
1. Menyusun program pengajaran

Guru merancang program pembelajaran dalam bentuk tertulis. Hasil rancangan ini berguna untuk menentukan bagaimana corak dan warna pembelajaran yang akan dilaksanakan oleh guru di ruang kelas. Hasil rancangan khusus guru dalam sekali pertemuan dikenal dengan istilah rencana pembelajaran.

2. Melaksanakan program pengajaran
Pelaksanaan pembelajaran sudah diatur sedemikian rupa melalui kalender akademik sekolah. Program yang sudah dibuat sedemikian rupa oleh guru dilaksanakan melalui tatap muka di ruang kelas. Apakah seorang guru telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah dibuat atau belum. Ini hanya akan diketahui oleh guru bersangkutan. Namun keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar tidak lepas dari sentuhan seni dan kreativitas guru.

3. Melaksanakan penilaian atau evaluasi
Penilaian yang dilakukan guru setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran merupakan suatu keharusan. Tujuannya untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran sudah tercapai atau belum. Apakah siswa sudah mengalami ketuntasan belajar atau belum.

4. Melaksanakan analisis hasil penilaian
Guru perlu menganalisa hasil evaluasi siswa. Hasil analisa ini akan bermanfaat untuk tindak lanjut terhadap hasil belajar siswa. Melalui format tertentu dapat diperoleh gambaran tentang hasil kegiatan belajar siswa.

5. Melaksanakan program perbaikan
Program ini adalah tindak lanjut hasil analisis guru terhadap hasil belajar siswa. Bila siswa sudah mengalami ketuntasan belajar maka siswa berhak memperoleh pendalaman dan perluasan dari materi pelajaran. Sebaliknya, jika belum memenuhi kriteria ketuntasan maka siswa mengikuti program perbaikan.

Prosedur poin 4 dan 5 merupakan langkah yang sering luput dari perhatian guru. Padahal langkah tersebut adalah kegiatan penting yang dilaksanakan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Semoga bermanfaat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)