Ini Dia Peran Psikologi dalam Bidang Pendidikan

6 Juli 2015 Artikel Pendidikan


Psikologi kini menjadi terlihat sangat penting dalam menyelesaikan masalah psikis dan perilaku. Mulai dari lingkungan perusahaan hingga pendidikan, psikologi ikut berperan. Maka dari itu, psikologi dibagi menjadi beberapa bidang, salah satunya adalah psikologi pendidikan.

Psikologi suddah lama digunakan sebagai landasan dalam pengembangan teori maupun praktek pendidikan. Dalam artikel ini akan diulas mengenai kontribusi psikologi terhadap pendidikan.

Psikologi terhadap Pengembangan Kurikulum.

Kontribusi psikologi pendidikan dalam kaitannya dengan pengembangan kurikulum pendidikan terutama berkenaan dengan pemahaman aspek-aspek perilaku dalam konteks belajar mengajar. Terlepas dari berbagai aliran psikologi yang mewarnai pendidikan, pada intinya kajian psikologis ini memberikan perhatian terhadap bagaimana proses pendidikan dapat berjalan dengan tidak mengabaikan aspek perilaku dan kepribadian peserta didik.

Psikologis dalam pengembangan kurikulum juga berperan memperhatikan keunikan yang dimiliki oleh setiap individu, baik ditinjau dari segi tingkat kecerdasan, kemampuan, sikap, motivasi, perasaaan serta karakterisktik individu lainnya.

Dengan demikian dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, psikologi berkenaan dengan aspek-aspek:

1. Kemampuan siswa melakukan sesuatu dalam berbagai konteks;

2. Pengalaman belajar siswa;

3. Hasil belajar (learning outcomes)

4. Standarisasi kemampuan siswa

Psikologi terhadap Sistem Pembelajaran

Psikologi pendidikan telah melahirkan berbagai teori yang mendasari sistem pembelajaran. Di samping itu, psikologi pendidikan telah melahirkan pula sejumlah prinsip-prinsip yang melandasi kegiatan pembelajaran. Berikut adalah tiga belas prinsip dalam belajar, yakni:

  1. Agar seorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan
  2. Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena dipaksakan oleh orang lain.
  3. Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesulitan dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
  4. Belajar itu harus terbukti dari perubahan kelakuannya.
  5. Selain tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil sambilan.
  6. Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
  7. Seseorang belajar sebagai keseluruhan, tidak hanya aspek intelektual namun termasuk pula aspek emosional, sosial, etis dan sebagainya.
  8. Seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
  9. Untuk belajar diperlukan insight. Apa yang dipelajari harus benar-benar dipahami. Belajar bukan sekedar menghafal fakta lepas secara verbalistis.
  10. Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering mengejar tujuan-tujuan lain.
  11. Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
  12. Ulangan dan latihan perlu akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.
  13. Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar.


Psikologi terhadap Sistem Penilaian

Penilaian pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan untuk memahami seberapa jauh tingkat keberhasilan pendidikan. Psikologis telah memberikan ilmu dalam pengukuran potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik, terutama setelah dikembangkannya berbagai tes psikologis, baik untuk mengukur tingkat kecerdasan, bakat maupun kepribadian individu lainnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)