Ini Dia Alasan Mencatat dengan Tulis Tangan Lebih Efektif Ketimbang Menggunakan Laptop!

3 Maret 2015 Artikel Pendidikan


Zaman sekarang penggunaan laptop di dalam kelas adalah hal yang lumrah. Bahkan beberapa universitas membolehkan mahasiswa menggunakan smartphone atau tablet di dalam kelas. Dengan gadget tersebut, mahasiswa bisa membuka materi digital, melakukan presentasi, dan tak jarang digunakan untuk mencatat perkataan dari dosen.

Mengetik dengan gadget memang lebih cepat diabndingkan mencatat di atas kertas dengan tangan. Mengetik dengan laptop juga lebih praktis dan tidak buat tangan pegal. Bahkan tak jarang bila mahasiswa malas mencatat, mereka sekedar memotret tulisan dosen di papan tulis atau merekam suara dosen.

Namun, menurut penelitian dari Princeton University dan University of California menyatakan, mahasiswa yang mencatat di atas kertas memperoleh lebih banyak ilmu ketimbang teman - temannya yang mencatat dengan laptop. Kok bisa? Ini dia alasannya:

Menulis tangan lebih lambat dan butuh waktu untuk mencerna kata-kata dosen, namun ‘mencerna’ itu yang penting

Otak kita mengalami dua proses kognitif yang berbeda saat mengetik maupun menulis. Mahasiswa yang mengetik menggunakan laptop cenderung hanya ‘asal ketik’ semua hal yang ia dengar tanpa berusaha untuk memahami dan memaknai perkataan yang diucapkan dosennya. Hal itu tidak membutuhkan proses kognitif yang banyak di dalam otak.

Saat mencatat menggunakan tangan, pulpen dan kertas pastinya Anda tidak bisa menulis semua ucapan dosen. Anda butuh menyimak dengan seksama (bukan mendengar), merangkum ucapannya, dan membuat poin-poin penting dari materi yang dosen sampaikan. Usaha ini membuat otak bekerja lebih keras sehingga informasi yang didengar lebih mudah dipahami dan diingat ketika dibutuhkan.

Catatan lengkap bukan berarti lebih baik

Memang kita akui bahwa dengan laptop kita bisa mencatat lebih cepat sehingga catatan pun lengkap. Sedangkan mencatat di atas kertas terkadang suka terlewat dan tertinggal. Tapi, menurut Daniel Oppenheimer dari University of California, mahasiswa yang terbiasa membuat catatan dengan tulisan tangan lebih unggul dalam ujian dibanding mahasiswa yang terbiasa mengetik dengan laptop.

Daniel mengatakan bahwa tulisan tangan menciptakan memori yang lebih efektif bagi mahasiswa untuk mengingat pelajaran. Tulisan tangan menciptakan ingatan secara konteks, yakni perasaan Anda saat mencatat dan pemahaman saat menulis kembali ucapan dosen dengan kata-kata sendiri.

Gadget adalah distraksi yang tak bisa dihindari

Baik laptop maupun smartphone atau gadget lainnya, adalah sumber distraksi yang bisa mengalihkan fokus Anda dari dosen. Godaan jadi makin besar ketika jaringan internet kampus yang cepat malah digunakan buat kegiatan non akademik, seperti menonton video di YouTube, chatting, buka Facebook, dan kegiatan lainnya. Laptop sebaiknya digunakan untuk hal - hal seperti membuka perpustakaan online, mencari sumber, koding (bagi mahasiswa TI), menampilkan presentasi, atau tugas yang mengharuskan penggunaan laptop lainnya.

Selain ketiga alasan tersebut, para peneliti menemukan bahwa hasil ujian dari mahasiswa yang mencatat dengan tangan lebih baik dibandingkan mereka yang menggunakan laptop. Mahasiswa pengguna laptop cendergun mengalami kesulitan dalam memahami materi perkuliahannya.

Dalam menjawab pertanyaan yang bersifat faktual (tanggal, nama, judul teori, dll) mahasiswa pengguna laptop memang agak unggul dibandingkan mahasiswa yang mencatat dengan tulisan tangan. Namun ketika menjawab pertanyaan yang besifat konseptual, mahasiswa yang menulis dengan tangan lebih unggul dalam menjawab pertanyaan esai, memberi opini dan pemahaman secara menyeluruh.

Nah, sudah waktunya Anda menyimpan laptop sebentar. Keluarkan pulpen dan buku untuk mencatat apa yang Anda pahami dari materi, bukan mentranskrip perkataan dosen.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)