Ini 4 Sikap yang Diperlukan Saat Menghadapi Konflik di Sekolah

27 Juli 2015 Artikel Pendidikan


Apakah Anda pernah mengalami konflik? Apa yang menjadi pencetus konflik tersebut? Jika sedang menghadapi konflik tentu perasaan menjadi tidak enak dan bisa menguras tenaga serta pikiran. Apalagi jika konflik dibiarkan berlarut-larut. Sebenarnya apakah konflik itu ?

Konflik dapat diartikan sebagai suatu proses individu atau kelompok yang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang bisa disertai dengan ancaman atau kekerasan. Seseorang dapat mengalami konflik dengan siapapun dan dimanapun.

Bagaimana jika terjadi konflik di sekolah? Apabila Anda kebetulan terlibat dalam konflik di sekolah baik dengan individu maupun kelompok berikut ada beberapa sikap yang dapat diterapkan untuk mengatasinya. Mari kita simak penjelasannya:

1.Cari tahu akar dari konflik

Coba cari tahu lebih dulu akar permasalahan penyebab konflik. Tanyakan pada setiap orang "Ada issue apa?", lalu tanyakan pula "Apa kepedulian Anda di sini? atau "Apa yang kamu rasakan dan manfaat dari pertengkaran ini".

2.Voting cara penyelesaian

Lakukan identifikasi orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama dengan Anda dan orang-orang yang justru berseberangan dengan Anda. Jika dihadapkan pada suatu konflik, buatlah semacam kesepakatan atau voting, mana jalan yang paling baik.

3.Kembangkan rasa memaafkan

Banyak orang melakukan perdamaian tetapi tidak bisa mengubur kejadian yang sudah-sudah sehingga pada hari kemudian memunculkan lagi pertengkaran. Oleh karena itu, setiap orang penting untuk dibelajarkan mau memaafkan orang lain secara tulus.

4.Belajar untuk mendengar

Belajar mendengar secara aktif. Mendengarkan dengan tujuan untuk memahami, bukan untuk menjawab. Mulailah dengan berusaha memahami, kemudian menjadi dipahami. Setidaknya dengan cara ini, akan membantu melepaskan ego yang bersangkutan dalam konflik.

Semoga dengan penjelasan diatas dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di sekolah. Namun sebisa mungkin hindari konflik karena tentunya lebih baik tidak ada konflik sama sekali bukan? Apalagi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat belajar dan membina hubungan dengan teman dan guru.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)

Tags