Ibumu, Perpustakaan Pertamamu

6 Agustus 2009 Artikel Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com Mengenalkan membaca pada anak-anak tidak selamanya dengan metode yang serius dan monoton. Tanpa disadari, dengan bermain anak-anak bisa sekaligus dikenalkan untuk membaca buku dengan santai.

Pendapat tersebut dikemukakan oleh Kiswanti, pendiri Taman Bacaan Masyarakat WARABAL (Warung Baca Lebak Wangi) Parung, Bogor. Berkat kegigihannya membangun taman bacaan tersebut, Kiswanti diundang hadir sebagai narasumber, seminar "Lokakarya Sehari Membangun Budaya Baca Sejak Lahir" yang berlangsung di Jakarta, Kamis (16/7).

Kiswanti mengatakan, metode terbaik memperkenalkan buku pada anak-anak agar senang membaca sebenarnya tidak perlu dengan paksaan atau terlalu sistematis.

"Anak-anak akan lebih terbuka dan antusias membaca buku apabila mereka merasa senang dan tidak tertekan melakukannya," katanya.

Dia juga mengatakan, membacakan cerita dengan tidak menyelesaikannya sampai akhir dapat memancing emosional anak untuk lanjut bertanya. Hal itu sekaligus dapat mengukur tingkat antusiasme anak terhadap cerita yang dibacakan orangtuanya.

Membacakan cerita untuk anak-anak, lanjut Kiswanti, juga harus disesuaikan dengan kondisi anak agar anak juga mencermati sekaligus menikmati alur cerita. Dengan suasana membaca yang mengasyikkan, maka anak akan merasa tertarik dengan buku-buku bacaan yang lain.

"Metode lain yang saya terapkan adalah bermain dengan membuat bentuk-bentuk huruf, tujuannya untuk memancing kreativitas anak dan melatih mereka mengingat bentuk huruf-huruf itu," tutur Iswanti.

Kiswanti juga menambahkan, semua benda dapat dijadikan media untuk memperkenalkan membaca bagi anak. Dia mencontohkan, bagi ibu-ibu yang kurang mampu membelikan anaknya buku, bisa menggunakan koran bekas yang kemudian dipotong-potong gambarnya. Potongan itu lalu dikumpulkan dan dijadikan sebuah cerita untuk anak mereka.

"Dalam metode bermain ini peran ibu sangat penting, karena kreativitas ibu sangat dibutuhkan untuk membuat model atau tipe-tipe permainan sesuai yang digemari anak-anak mereka agar mereka semakin berminat untuk membaca," ujarnya.

"Ibu adalah perpustakaan pertama bagi anak," tambahnya.

M3-09

Sumber: Kompas.Com