Humor dalam Pembelajaran

5 Desember 2013 Artikel Pendidikan


Humor dalam pembelajaran bisa diartikan komunikasi yang dilakukan oleh guru dengan menggunakan kata-kata, bahasa, atau gambar yang mampu menggelitik siswa untuk tertawa. Sifat humoris guru dan kemampuan guru menggunakan berbagai sumber untuk menciptakan suasana yang humoris akan membuat siswa lebih kreatif. Jika lingkungan kelas hidup, siswa menjadi kreatif dan penuh tawa. Dengan demikian, peserta didik akan memiliki saluran keluar alamiah sehingga keingintahuan mereka pun berkembang.

Dalam proses pembelajaran, ketika guru mengajar diruang kelas sebenarnya guru sedang berkomunikasi secara sosial dengan siswanya. Komunikasi sosial yang sedang dilakukan akan menjadi kering tanpa selingan humor. Oleh karena itu, selingan humor dapat dijadikan sarana untuk memikat siswa dan salah satu strategi dalam pembelajaran.

Manfaat Humor di Sekolah

Cerita yang lucu, permainan kata-kata, atau tipuan yang cerdik akan dengan cepat mendapat perhatian siswa. Sebab, mendapatkan minat dan perhatian para peserta didik saat guru melakukan pembelajaran adalah suatu keharusan. Berikut ini beberapa manfaat dengan menggunakan humor dan tawa di sekolah.

· Tertawa dan tersenyum menyebabkan terlepasnya zat-zat endorfin kedalam darah.

· Saat seorang guru tertawa bersama siswanya, mereka mengikat dan membentuk suatu rasa diikutsertakan dan menciptakan kebersamaan.

· Emosi dapat meningkatkan daya ingat maka tertawa akan menaikan kesempatan para siswa untuk mengingat apa yang sudah mereka pelajari.

· Tertawa yang sehat akan dapat mengendorkan ketegangan dan tekanan.

Jenis-jenis Humor dalam Pembelajaran

1) Gambar atau Film Kartun. Film kartun atau film animasi tidak hanya digunakan untuk hiburan atau sarana berhumor saja. Tetapi juga sebagai media pembelajaran, informasi, dan sarana pengetahuan lainnya.

2) Cerita Singkat Lucu atau Anekdot Humor. Anekdot humor berupa cerita singkat atau anekdot yang mengandung unsur humor. Biasanya muncul humor dalam cerita ini karena tidak masuk akal, aneh, janggal, atau sifat pengecohannya

3) Karikatur. Karikatur adalah humor yang dibuat dalam bentuk gambar yang lucu. Sisipan humor dengan cara ini mampu mengurangi rasa bosan dan stres bagi siswa.

4) Plesetan Kata Berikut adalah beberapa contoh plesetan kata:

· Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, rame-rame pangkal ojek
· Dimana ada jalan, disitu banyak mobil
· Ringan sama dipikul, berat minta dibawain

Waktu yang tepat untuk menggunakan humor dalam pembelajaran, sebagaimana dikatakan Darmansyah dalam bukunya Strategi Pembelajaran Menyenangkan dengan Humor adalah pada pertemuan awal, saat jeda strategis, dan pada akhir sesi pembelajaran.

Dan yang paling penting dalam melakukan humor untuk pembelajaran yaitu: Etika bagi guru yang humoris, Perlu diperhatikan bahwa dalam berhumor, guru harus memperhatikan etika, jangan sampai humor tersebut keterlaluan atau menyinggung perasaan siswa.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)