Hukuman Berat Picu Anak Jadi Agresif

23 Februari 2012 Artikel Pendidikan


Ketika anak sedang nakal, seringkali Anda tidak kuasa untuk menahan emosi seperti membentak, bahkan memukulnya.

Namun ada baiknya tindakan seperti itu Anda jauhi. Karena penelitian selama 20 tahun yang dipusatkan di University of Manitoba dan Childrens Hospital of Eastern Ontario. Menyebutkan bahwa perlakuan kasar seperti membentak, memukul, atau menampar, saat anak melakukan kesalahan, dapat membuat anak depresi dan memancing beragam tindakan agresif saat mereka dewasa.

Dari 500 keluarga yang menjadi bahan riset ini, terdapat sejumlah anak yang kerap mendapat hukuman secara fisik, seperti dipukul, ditampar atau dibentak oleh orang tuanya.
Dari hasil temuan, Joan Durrant, salah seorang peneliti, menyatakan bahwa hukuman fisik berkaitan dengan tingginya sikap agresif dan pemberontak yang dirasakan anak terhadap orang tua, saudara dan teman-temannya.

Akibat hukuman itu, mereka diketahui rentan terhadap depresi dan gangguan mental lainnya. Gangguan ini berkembang hingga mereka beranjak dewasa, ditambah dengan sikap agresif dan kerap membantah orang-orang di sekitarnya.

Seperti yang dikutip dalam Dailymail, para peneliti menyarankan agar orang tua memberlakukan sanksi yang tidak menyakiti fisik anak, sehingga tidak akan mempengaruhi keadaan psikologis, apalagi hingga muncul depresi.

Sumber: mediaindonesia.com