Hubungan Ibu-Anak Kunci Pengembangan Emosional

30 Maret 2010 Artikel Pendidikan


Anak-anak, khususnya anak cowok, yang pada tahun-tahun pertama kehidupannya tidak mendapat ikatan yang aman dari ibu mereka, memiliki lebih banyak masalah perilaku di kemudian hari. Demikian menurut penelitian oleh ilmuwan dari Universitas Reading, Inggris, baru-baru ini.

Dr Pasco Fearon, dari Sekolah Psikologi dan Ilmu Bahasa Klinis, menganalisis 69 penelitian yang melibatkan hampir 6.000 anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

Kualitas hubungan antara anak dan orangtua adalah faktor penting untuk perkembangan anak-anak. Menurut teori kelekatan atau teori ikatan (attachment theory)-yaitu teori dalam psikologi yang menaruh perhatian pada ikatan emosional antara dua atau lebih individu-anak-anak membutuhkan keterikatan dengan sedikitnya satu orang pengasuh untuk mengembangkan emosi dan sosial mereka. Menurut teori yang dicetuskan oleh psikoanalisis John Bowlby ini, tanpa mendapat kebutuhan ini, anak akan kerap menghadapi masalah kejiwaan dan sosial yang permanen.

Anak-anak dengan kelekatan yang aman menerima dukungan dan kenyamanan dari pengasuh mereka. Sebaliknya, anak-anak dengan ikatan yang tidak aman mendapat penolakan, tanggapan tidak konsisten, atau keputusasaan, dan ini membuat mereka rentan terhadap masalah perilaku.

Penelitian yang baru ini berusaha untuk mengklarifikasi sejauh mana ikatan antara anak dan ibu sejak awal kehidupan mereka berpangaruh terhadap perilaku si anak di kemudian hari. Hasil studi ini menunjukkan bahwa ikatan yang tidak aman antara anak, terutama anak laki-laki, dan sang ibu, secara signifikan menimbulkan masalah perilaku.

Studi ini juga merekomendasikan perlunya diadakan penelitian tentang pentingnya keterikatan antara anak dan ayah. (NF)

Sumber: ScienceDaily (tempointeraktif.com)