Homestay, Berlibur Sambil Belajar Bahasa Asing

10 April 2012 Artikel Pendidikan


JAKARTA - Penguasaan bahasa asing dengan cara tinggal bersama keluarga penutur asli di negaranya merupakan salah satu cara belajar bahasa yang efektif. Pengalaman ini bukan hanya membuat pembelajar bisa fasih berbahasa asing, namun yang penting mampu mengenal budaya negara tersebut.

Kegiatan tinggal bersama keluarga penutur asli di negara yang bahasanya ingin dikuasai, jadi tawaran belajar sekaligus berlibur di musim liburan sekolah nanti. Program yang dinamakan homestay ini juga ditawarkan sekolah bahasa Jepanng di Indonesia Pandan College.

Richard Susilo, Komisaris Pandan College, Selasa (10/4/2012), menjelaskan proyek homestay sekolah bahasa Jepang Pandan College ke Jepang ini untuk mengisi masa liburan anak sekolah Indonesia Mei dan Juni mendatang.

Murid Indonesia dapat merasakan kehidupan orang Jepang secara langsung, juga akan belajar bahasa Jepang selama berada di Jepang agar komunikasi dapat berlangsung dengan lebih baik saat menjalankan kehidupannya yang jauh berbeda dengan kehidupan di Indonesia.

"Budaya sangatlah penting bagi pengenalan dasar sebuah bahasa. Belajar bahasa tanpa mau tahu soal budaya sama juga bohong. Sebab, budaya sesungguhnya melandasi sebuah kosa kata negara itu sendiri. Itulah sebabnya dengan mengenal budaya Jepang apalagi dilakukan langsung di negeri Sakura, kita bisa lebih dekat lagi mengenal bahasa itu sendiri," papar Richard.

Pengisian waktu libur yang sangat positif ini dilakukan selama satu minggu di Jepang. Waktu seminggu secara bebas bisa dilakukan sendiri oleh setiap orang yang berkeinginan homestay di Jepang. Selain melakukan homestay, peserta diajak untuk mengunjungi pabrik mobil Toyota di markas besarnya di Toyota City.

"Melihat langsung pembuatan mobil Toyota tentu akan sangat menarik bagi semua orang. Seperti kita ketahui, Toyota adalah produsen mobil terbesar di dunia saat ini," ujar Richard.

Setidaknya, lanjut Richard, peserta dapat melihat langsung dari dekat, bagaimana cara sistem kerja mereka sehingga bisa menjadi produsen mobil raksasa dunia saat ini. Kegiatan budaya lain misalnya memasak makanan Jepang bersama orang lokal Jepang setempat dan kunjungan ke berbagai lokasi pariwisata di Jepang.

Proyek Homestay kali ini dibantu oleh sebuah lembaga bahasa Jepang di Nagoya yang memiliki jaringan murid serta usaha cukup besar di Jepang. "Proyek homestay ke Jepang ini akan dilakukan secara berkala, terutama di saat masa liburan panjang sekolah di Indonesia. Tujuannya supaya liburan dapat terisi dengan baik," kata Richarrd.

Program homestay ini membuat peserta dapat bersantai mengisi liburan, tetapi dapat pula mempelajari pengetahuan, ilmu, dan mengerti budaya negeri Sakura.

Hal ini bisa memberikan manfaat di masa depan, di mana murid-murid yang sekarang aktif belajar bahasa Jepang dan berpartisipasi dalam program Homestay ini dapat menjadi jembatan yang lebih baik bagi kedua bangsa dan negara.

Sumber: kompas.com